RSUD Ciereng Subang Tolak Permohonan Surat Perpanjangan Rujukan Pasien

oleh -22 views

SUBANG-BANDUNG, (PERAKNEW).- Pasien yang tengah menjalani berobat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung merasa kesulitan saat perpanjang rujukan di RSUD Ciereng Subang.

Bagaimana tidak, saat keluarga terburu-buru untuk dapat rujukan baru, maka harus dimulai dari awal lagi, yaitu harus ke Puskesmas lagi, sedangkan jarak dari RSUD Ciereng sangat jauh untuk ke Puskesmas tersebut.

Kejadian itu, dialami beberapa pasien yang saat akan daftar antrian di RSHS Bandung (11/6/2019), diantaranya keluarga seorang ibu, bernama Yati (48) Warga Dusun Dukuh Tengah-RT 5/ RW 3, Desa Dukuh, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, terpaksa harus menunggu besok lagi untuk diperiksa ke ruang poli, dikarena habis masa berlaku rujukannya.

Keluarganya coba memohon perpanjangan rujukan ke RSUD Ciereng Subang, tetap ditolak dan harus dari nol lagi ke Puskesmas. Padahal, kondisi pasien sangat memprihatinkan, belum lagi perjalanan pulang pergi Subang- Bandung sangat jauh.

Kejadian serupa juga dialami Ibu Tia Setiawati (35) Warga Cisalak-Subang, saat suaminya memperpanjang rujukan harus ke Puskesmas asal, “Saat ke Puskesmas, petugas pembuat rujukan, tidak ada di kantor, terpaksa harus menunggu besok lagi,” ungkapnya.

Dari beberapa kejadian tersebut, Tim Evakuasi Pasien Warga Miskin (TEPG) LSM Forum Masyarakat Peduli (FMP) yang rutin sejak bertahun-tahun lalu hingga sekarang melakukan giat kemanusiaan pendampingan dan pengurusan pasien-pasien Gakin seperti dimaksud, sangat menyayangkan.

“Kami dari TEPG FMP sangat prihatin, pasalnya saat kami memperpanjang rujukan tahun-tahun sebelumnya, rujukan bisa langsung diperpanjang di RSUD Subang tanpa harus ke Puskesmas asal lagi. Karena secara aturan kan sudah terlihat ada nomer registrasi pasien tersebut, pada sebelumnya,” ujar salah seorang Anggota TEPG FMP, di Rumah Singgah Pasien Gakin Subang, di Bandung.

Lanjutnya, “Kesalahan tersebut, juga tidak disudutkan ke pihak rumah sakit saja, tetapi karena diantara keluarga pasien yang awam tentang fungsi rujukan, berleha-leha, tidak segera memperpanjang rujukan sebelum masa berlaku habis. Dimana masa berlaku rujukan, adalah 3 bulan terhitung saat tanggal rujukan tersebut di buat di rumah sakit daerah,” terangny.

“Pihak RSHS Bandung, di ruang pendaftaran sudah sering memberikan penjelasan saat pasien baru masuk, agar pasien segera memperpanjang rujukan sebelum masa berlaku habis,” katanya.

Masih menurutnya, “Kami keprihatinan kepada pasien saat sering ditemui di RSHS Bandung, mengeluh permasalahan tersebut. Untuk itu, kami berharap RSUD Ciereng dapat mengeluarkan perpanjangan rujukan, tanpa menyarankan pasien ke Puskesmas kembali, agar mempersingkat waktu perjalanan berobat para pasien,” pintanya. (Pepen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *