POLMAN-SULBAR, (PERAKNEW).- Alumni SMP Negeri 1 Wonomulyo Angkatan 85, adakan acara Reuni dan Halal bihalal Lebaran Idul Fitri 1440 Hijriyah, di Hotel Istana Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Sabtu tanggal 8 Juni 2019.
Acara reuni dengan tema, “Berbagi untuk kemajuan bersama” tersebut, dihadiri oleh beberapa staf pengajar SMPN 1 Wonomulyo, juga turut pula dihadiri kepala KUA Campalagian, H. Abd Halik, S.Ag.,M.Ag.
Acara reuni ini Seharusnya dimulai jam 9 pagi sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh panitia, namun tiba tiba cuaca tidak bersahabat atau hujan, sehingga acara ini molor sekitar satu jam, tetapi para peserta reuni tetap bersemangat untuk menghadiri acara tersebut.
Ketua Panitia, Abd ASIS Bande mengatakan, “Dalam proses persiapan menghadapi acara reuni ini memang ada kendala, tetapi kendala yang tidak berarti, namun jika acara ini sukses, berarti itu berkat dukungan kita semua.
Para peserta yang hadir mengenakan pakaian seragam putih biru. Kemudian, setelah ba’da dzuhur, acara dilanjutkan untuk season kedua, berganti seragan mengenakan pakaian, kaos warna biru oranges.
Dalam acara ini, pihak panitia tak lupa menyuguhkan makanan- makanan tradisional, seperti loka sattai, bau piapi, oeccel, lontong, bakso, Ule-ule.
Berdasarkan pantauan Perak, para peserta reuni yang telah mengikuti acara tersebut, mulai pagi hingga sore, betul-betul enjoy, terkesan tidak ada rasa capek dan ngantuk. Terlebih lagi saat Yuyu Emayanti mendendangkan lagu cubit-cubitan, semua peserta ikut bergoyang.
Bagaimana tidak, Yuyu tampil bagaikan artis ibukota yang turun ke panggung sambil bernyanyi menghampiri para peserta reuni mengajak untuk bergoyang dan agaknya peserta reuni masing-masing punya talenta dalam hal tarik suara, sehingga acara season kedua ini didominasi menghadirkan tembang- tembang nostalgia, dengan iringan musik elekton.
Sebelum acara ditutup, Dardin memandu ikrar bersama rumah Delima (Delapan lima).
Alumni SMPN 1 Wonomulyo tersebut, sebagian sudah hijrah ke daerah lain, ada yang di Mamuju, Makassar, Jakarta dan beberapa provinsi di Indonesia dan status karirnya, mereka ada yang jadi ASN guru, anggota Polri, swasta dan lain-lain. (Syarifuddin)










