oleh

Proyek P3-TGAI Desa Panyindangan Wetan Diduga Dikerjakan Asal-Asalan

Cloud Hosting Indonesia

INDRAMAYU, (PERAKNEW).- Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KPUPR) bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWS) Cimanuk Cisanggarung sebagai pejabat pembuat komitmen, serta menunjuk Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) mitra cai kelompok tani Mitra Tani Desa Panyindangan Wetan, Kecamatan Sindan, Kabupaten Indramayu, selanjutnya disebut penerima anggaran untuk program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI).

Tentunya penerima anggaran, yaitu P3A telah mengikuti pelatihan dan bimbingan tekhnik (Bintek) agar paham juga memahami dalam melaksanakan pekerjaan, sebagai penyelenggara bintek juga yang menseleksi Tenaga Pendamping Masyarakat TPM tentunya dari pihak pejabat pembuat komitmen, BBWS dalam pelaksanaan pekerjaan P3A mitra cai oleh kelompok Mitra Tani selalu diawasi atau diberikan bimbingan oleh TPM sebagai kepanjangan tangan dari BBWS.

banner 728x90

Pastinya ditopang lima pilar modernisasi irigasi, yakni kehandalan suplai air, kehandalan jaringan irigasi, menejemen air, kelembagaan dan Sumbar Daya Manusia (SDM).

Tujuan utama dibangunnya sarana prasarana peningkatan jaringan irigasi, yaitu Tembok Penahan Tanah TPT oleh kelompok Mitra Tanpa Desa Panyindangan Wetan, seyogyanya bisa untuk meningkatkan hasil pertanian, bukanya malah menarik perhatian bagi lembaga-lembaga pemantau lain.

Seperti yang diungkapkan Bowo, selaku Lembaga Pemantau Pengelolaan dan Pendayagunaan Harta negara LSM LP3HN Ranting Indramayu, menurutnya, “Setelah kami turun dan croscek ke lapangan, Jumat (26/04/2021), ternyata ditemukan banyak kejanggalan dalam pekerjaan TPT, pemasangan batu pondasi tidak digali dan lebar pondasi atau dasar pondasi hanya kisaran 24 Cm, tidak adanya adukan dasar di bawah pondasi, terbukti air masih banjir, tinggi TPT 78cm. Saya sebagai LSM LP3HN akan menindak lanjutinya, karena tidak katanya lagi, langsung saya lihat dengan mata kepala sendiri, sudah jelas-jelas banyak ketimpangan dan kekurangan juga terkesan asal-asalan,” tegasnya.

Bowo juga mengatakan, bahwa baik kuwu, ketua klompok, serta TPM seolah tutup mata, “Maka kami selaku lembaga dan juga awak media terus mendalami dan monitoring di lapangan dan ditemukan pengurangan volume. Bagaimanapun program percepatan P3-TGAI, anggarannya bersumber dari uang pajak rakyat,” ujarnya.

Saat Perak menemui Kades Panyindangan Wetan, Nursudin yang juga kebetulan ada Ketua P3A Mitra Cai Mitra Tani, turut hadir pula salah satu warga yang membantu/membekingi dalam pekerjaan TPT, memberikan keterangan, bahwa P3A Mitra Cai Desa Panyindangan Wetan telah bekerja sesuai juklak juknis dan selalu diawasi baik dari pihak BBWSC atau sarjana pendamping (Sarping). (Saptono)

Berita Lainnya