Promosikan Pulau Tabuhan Dispora Banyuwangi Adakan Kompetisi Selancar Layang Kelas Internasional

oleh

Promosikan Pulau Tabuhan Dispora Banyuwangi Adakan Kompetisi Selancar Layang Kelas Internasional

BANYUWANG-JATIM, (PERAKNEW).- Untuk mendorong wisatawan penggemar olah raga air, sekaligus mempromosikan wisata Pulau Tabuhan, Kecamatan Wongsorejo, Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur adakan Kiteboarding and Wind Surfing International Competition, yang di laksanakan mulai Hari Sabtu, 26 hingga Minggu, 27 Agustus 2017.

Sebanyak 30 peserta dari 14 negara bersaing menampilkan atraksi seluncur angin terbaik di ajang sport tourism tersebut. Seperti dikatakan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas ditempat terpisah, bahwa sport tourism menjadi salah satu cara untuk mempromosikan pariwisata daerah. “Sport tourism efektif untuk mendorong wisata. Jadi kita dapat dua manfaat, pertama kunjungan atlet dan wisitawan penggemar olahraga air. Kedua, promosi destinasinya yaitu Pulau Tabuhan,” ujar Anas.

Menyikapi hal itu, Kepala Dispora Banyuwangi, Wawan Yadmadi menjelaskan. Kompetisi berlangsung selama dua hari, dari Hari Sabtu, Tanggal 26-27 Agustus 2017. “Ajang ini melombakan berbagai kelas, yaitu kategori racing (maraton), trapezoid, speed trial, freestyle dan big jump exhibition dengan memperebutkan hadiah menarik total Rp105 juta. Hari ini kategori yang dilombakan marathon women and men serta freestyle, besok dilanjutkan kategori lainnya,” jelasnya, Sabtu (26/8/17).

Pulau Tabuhan benar-benar menjadi surga bagi para peselancar angin. Para atlet dari mancanegara terlihat sangat menikmati suasana pulau berpasir putih itu, hembusan angin yang kencang, ombak yang tidak terlalu besar yang dipadu dengan keindahan pulau menjadi kenikmatan tersendiri bagi para peselancar.

Hal itu diungkapkan salah seorang peserta kompetisi, Narapichit Pudla, Warga Negara Thailand, bahwa dia sangat senang bermain selancar angin di Pulau Tabuhan. Menurutnya, Pulau Tabuhan merupakan lokasi terbaik untuk bermain selancar angin di Indonesia. “Di sini kecepatan anginnya pas, apalagi pulaunya sangat cantik, lokasi yang paling bagus untuk bermain surfing di Indonesia,” ungkap Narapichit.

Pulau Tabuhan merupakan tempat ketiga di Indonesia yang pernah didatangi Narapichit untuk bermain selancar angin di Indonesia, setelah Bali dan Pulau Bintan. Ia merupakan pemenang juara kedua kategori freestyle di kompetisi ini pada tahun 2015 lalu. “Saya sudah dua kali mengikuti kompetisi di Pulau Tabuhan ini dan juara kedua. Cuaca dan anginnya benar benar mendukung, sangat menyenangkan,” ujarnya di Pulau Tabuhan yang memiliki karakteristik angin yang pas untuk berselancar yang tidak dimiliki oleh tempat lainnya.

Selain diikuti peserta pria, kompetisi ini diikuti peserta wanita. Salah satunya Madlen Ernest, Warga Negara Austria. Dia menjadi yang terbaik di kelas maraton, para peserta diadu menjadi yang tercepat berseluncur mengitari Pulau Tabuhan. “Saya beruntung, meskipun saya sudah berlatih sebelumnya. Anginnya sangat bagus, membantu saya menambah kecepatan sehingga bisa jadi pemenang,” kata Madlen.

Pulau Tabuhan sendiri merupakan sebuah pulau kecil tak berpenghuni yang masuk Kecamatan Wongsorejo itu, hanya diperlukan waktu 20 menit untuk menuju ke Pulau Tabuhan dari bibir pantai dengan menggunakan perahu motor. Pulau yang terletak di sisi Timur Kabupaten Banyuwangi ini menyimpan pesona yang indah. Pasir putih yang halus, air laut yang jernih dan biota laut yang menawan, tak heran banyak wisatawan yang pergi ke pulau itu untuk melakukan snorkeling dan diving.

(Leo/Hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *