LMDH Pasir Cabe Kecamatan Subang Jadi Sorotan Positif Di Jawa Barat

oleh -82 views
Petani Pasir Cabe Kecamatan Subang Jadi Sorotan Positif Di Jawa Barat

SUBANG (PERAKNEW).- Lembaga Masyarakat Desa dan Hutan (LMDH) Pasircabe Kelurahan Wanareja Kecamatan Subang Jawa Barat menjadi sorotan positif baik dari masyarakat subang maupun dari pihak perhutani Provinsi. Hal itu diungkapkan Karmo Ketua LMDH Pasir Cabe saat ditemui Perak (26/3/2019) di ruang kerjanya.

Hasil Panen

Panen raya sereh wangi kelompok petani tersebut  mengasilkan panen 7000 rumpun/ hektar, Padahal itu merupakan panen hasil demplot 5 hektar, bagaimana jika pihak pemerintah dan para pihak terkait membantu untuk memfasilitasi petani agar hasil panen sereh wangi tersebut bisa lebih melimpah.

Salah satu yang diharapkan LMDH dan para petani adalah berharap adanya akses jalan yang mudah (jembatan penyebrangan) ke lokasi lahan pertanian sereh wangi tersebut, sehingga transportasi tidak terhambat saat para petani membawa hasil panennya ke pabrik NAP (Nusakti Agro Prima) di Wanareja Subang.

Sementara ini biaya penanaman dan pemeliharaan yang digunakan adalah modal yang dihimpun dan dikumpulkan dari hasil swadaya para petani dan hasil panen para petani ditampung dikumpulkan  melalui koperasi Wana Mukti yang sudah berdiri sejak Januari 2019 yang lalu.

Adapun harapan kerjasama dengan perhutani resort subang salah satunya adalah bantunan dari investor mengenai pinjaman dan dibayar saat panen, para petani juga mengharapkan ada perhatian khusus dari pemerintah Kabupaten Subang untuk cari solusi agar panen bisa lebih melimpah.

Seperti yang dipaparkan diatas Ganjar Waluyo Putra Sekretaris LMDH Pasir Cabe menjelaskan “bahwa LMDH Pasir Cabe jadi sorotan positif dari Provinsi Saat diklat di Bandung pada Tanggal 23 Maret 2018 yang lalu, pada saat itu hadir Dirut perhutani Jawa Barat, diklat juga dihadiri para Akademisi Universitas Padjajaran yang menilai positif untuk Subang selain Kabupaten Bandung Barat penghasil panen kopi (ateng kopi)” . jelasnya.

LMDH Pasir Cabe mengikuti Diklat motifasi dan teknis di Bandung yang diwakili oleh Ganjar menyapaikan pesan dan motipasi dari para Akademisi yang mana Subang harus mampu mandiri menghadirkan suatu komoditi dari hutan untuk masyarakat sekitar.

Limbah Sereh Wangi dari hasil penyulingan bisa jadi makanan ternak. Bahkan para Mahasiswa tertarik bahwa limbah tersebut bisa menjadi bahan pengawet alami untuk makanan. Harapan kedepannya para petani bisa menanam Sereh Wangi hingga 30 hektar dengan kurun waktu panen per 3 bulan sekali. Selain bertani sereh LMDH Pasir Cabe juga berencana kedepan dilokasi tersebut akan diadakan area Agrowisata . (Pepen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *