Pemerintah Desa Pusing, Adanya Data Penerima Rastra dan Rasidi Tumpang Tindih

oleh -4 views
Pemdes Lemahbang Pusing Penerima manfa'at Rastra Tumpang Tindih

BANYUWANGI-JATIM, (PERAKNEW).– Belum lama pemerintah meluncurkan Program yang berkerakyatan melalui Dinas Sosial yang dikenal dengan Program Beras Sejahtera (Rastra) yang sangat membantu bagi warga miskin di Banyuwangi

Ditahun yang sama pemerintah meluncurkan lagi program baru yang dikenal dengan istilah Program Beras Subsidi (Rasidi) yang kabarnya Program tersebut dari Pemerintah Provinsi. Namun yang terjadi di pemerintahan desa ke dua Program tersebut sedikit membuat pemerintah desa pusing tujuh keliling, karena info yang diterima ternyata data penerima Program Rastra dan Program Penerima beras bersubsidi tumpang tindih sehingga Pemerintah Desa/ Kepala Desa sering mendapat protes dari warganya.

Menurut salah satu Kaur Kesra bernama Poniman, data yang diterima adalah data dari BPS tahun 2011. Tapi anehnya lagi data penerima Rastra juga tercantum sebagai penerima pada data Program beras bersubsidi.

“Beras bersubsidi ini program dari Provinsi katanya mas, data yang kami terima dari data dari BPS tahun 2011, entah bagaimana pendataannya, karena pada data penerima Program Rasidi banyak yang sudah terdaftar di Program Rastra mas,” ungkap Poniman Kaur Kesra Desa Lemahbang Kulon Kecamatan Singojuruh Banyuwangi

Kepala Desa Lemahbang Kulon Agi dan Tatang Suraji Kepala Desa Benelan Kidul Kecamatan Singojuruh, senada keterangannya. Bahwa untuk menyikapi hal tersebut laksanakan Musyawarah Desa (Musdes) melakukan pendataan untuk diajukan ke Dinas Sosial.

”Kalau data tidak ada perubahan sesuai di lapangan, kita yang susah mas, warga pasti protes karena ada beberapa penerima yang tidak layak terdaftar sebagai penerima, sementara yang benar-benar layak tidak terdaftar, ” kata Kades Lemahbang Kulon.

Harapannya, untuk ke depannya data-data penerima manfaat dari program PKH, Rastra, dan beras bersubsidi harus sudah benar-benar valid. Sampai ditayangkannya berita ini, para pihak terkait program tersebut, masih belum terkonfirmasi kepada pemerintahan desa. (Leo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *