OPINI : Teropong Wisata Alam Polewali Mandar (oleh : Muh. Subri dan Dimas)

oleh

Tempat wisata alam di Polewali Mandar (Polman), Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) sampai saat ini sudah semakin banyak bermunculan, dikarenakan semakin gencarnya pemerintah Polman, khususnya di bidang kepariwisataan dalam mempromosikan lokasi wisata alam, mulai dari kabupaten, provinsi, sampai ke luar negeri, kegiatan promosi tersebut, untuk mengundang atau mendatangkan wisatawan lokal antar provinsi maupun wisatawan mancanegara.

Akan tetapi, sampai saat ini, penikmat atau pengunjung wisata alam di Polman terlihat masih sangat rendah, mungkin ada beberapa faktor yang menjadi kendala, mengapa wisata alam di Polman belum bisa menyamai atau sekedar mendekati ruah limpah pengunjung yang silih berganti untuk berdatangan, seperti pada daerah yang ada di Bali, Lombok ataupun Papua, sudah masuk kedalam daftar kunjung wisatawan lokal maupun mancanegara.

Dari situlah, selaku para penggiat wisata yang berada di Polman harus bekerjasama dengan pemerintah, khususnya pada bagian kepariwisataan, untuk mencari faktor yang menjadi kendala minimnya jumlah wisatawan yang masuk. Padahal, kalau kita melihat jumlah tempat wisata yang ada di Polman, sudah begitu banyak.

Beberapa sumber mengatakan, bahwa faktor yang menjadi kendala dalam meningkatkan antusias wisatawan untuk berkunjung ke Polman, diantaranya Jalur transportasi yang menjadi pendukung utama dalam meningkatkan antusias wisatawan untuk berkunjung salah satunya, adalah jalur transportasi udara, jadi pemerintah harus menyediakan bandara di Polman, karena wisatawan yang ingin menikmati keindahan alamnya bisa dengan nyaman, tanpa memakan waktu yang lama untuk mencapai lokasi yang ingin dituju. Wisatawan pertama-tama akan melihat jalur dan menghitung jarak, berapa kali berpindah transportasi, berapa budget yang harus dikeluarkan dan menghitung waktu agar bisa sampai ke tempat wisata itu. Jika tidak mempunyai bandara, sudah pasti wisatawan kurang melirik, karena para wisatawan tidak bakalan mendapat kenyamanan, malah melainkan hanya rasa capek dan tidak akan berpikir untuk datang kedua kalinya lagi.

Selanjutnya, Jalur transportasi darat juga menjadi prioritas utama untuk sampai ke lokasi wisata, disini pemerintah juga harus berfikir dengan diadakannya peraturan untuk para supir mobil angkutan umum yang selalu standby di bandara dengan tetap mengutamakan pelayanan yang baik, pakaian supir yang sudah diatur oleh pemerintah, serta biaya atau ongkos yang sudah di atur dan ditetapkan oleh pemerintah.

Infrastruktur jalan juga berhubungan erat dengan alat transportasi darat, jadi infrastruktur jalan harus sangat diperhatikan kondisinya, supaya melekatkan rasa nyaman terhadap wisatawan.

Penataan wisata alam pun seyogyanya selalu menampakkan kenaturalan tempatnya, artinya jika pihak pemerintah ingin mengembangkan lokasi wisata alam tersebut, perlu disadari, bahwa ke eksotikan natural alam jangan di rusak dengan berbagai macam warna, sehingga menghilangkan warna kenaturalan sebuah wisata alam. Namun, pemberian warna bisa dilakukan pada bangunan yang dibuat ditempat itu.

Hal ini berdasar pada keinginan wisatawan yang ingin bersentuhan dengan tempat wisata yang terasa kental akan kenaturalannya.

Sarana dan prasarana di lokasi wisata itu juga menjadi tolak ukur bagi wisatawan akan kesiapan tempat wisata tersebut, untuk menjamu pengunjung yang datang sehingga memberikan kesan kenyamanan pada tempat itu.

Pembangunan villa atau tempat tinggal yang tidak jauh dari tempat wisata agar lebih memberikan kenikmatan pada tempat wisata tersebut, kebanyakan wisatawan antar provinsi ataupun wisatawan mancanegara lebih dominan menyewa villa atau tempat tinggal yang tidak jauh dari tempat wisata, hal ini dikarenakan keindahan serta kenikmatan suguhan wisata alam tersebut akan cepat hilang jika harus balik ke kota yang penuh dengan kepenatan untuk mencari hotel.

Utamanya, wisatawan mancanegara pasti memilih tinggal di villa yang masih dikelilingi kenaturalan alam dibanding tinggal di hotel dengan dikelilingi dinding beton yang bisa dikatakan itu semua bisa mereka rasakan ditempat atau dinegara mereka sendiri.

Penjamuan tamu wisatawan di lokasi wisata mesti lebih mendorong atau memperlihatkan ke-khasan daerah tersebut, meski harus berpakaian yang lebih klasik, karena ditempat wilayah mereka atau dinegara Mereka pasti ada perbedaan dalam penjamuan, jadi khusus tempat wisata alam di Polman ini lebih baiknya menjamu tamu wisatawan dengan bahasa daerah yang dipadukan dengan bahasa internasional atau English, serta pakaian khas daerah yang harus selalu melekat di badan tuan rumah yang khusus dibagian penjamuan.

Kuliner khas Polman jangan sampai ketinggalan pada lokasi wisata, karena selain menikmati pesona alam, mereka pastinya akan ingin mencicipi kuliner khas yang ada di Polman.

Kemanan di setiap tempat wisata, adalah poin terpenting juga dalam pengelolaan tempat wisata, jadi pemerintah dan pengelola wisata harus bekerjasama dalam menjaga keamanan ditempat tersebut.

Beberapa faktor tadi, adalah sebagian referensi dari berbagai sumber, yang sedianya mungkin bisa membantu agar wisatawan lokal maupun mancanegara bisa lebih meningkat, sehingga dapat pula membantu perekonomian daerah serta perekonomian masyarakat disekitar atau diluar lokasi wisata alam. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *