oleh

KPK Abaikan Imbauan Kapolri Mengenai Sistem Kerja Usai Libur Lebaran 2022

JAKARTA, (PERAKNEW).- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerapkan kerja fisik maksimal hari awal kerja sehabis libur panjang Idul Fitri. KPK mengabaikan imbauan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo serta pemerintah mengenai skema kerja pegawai seusai libur Lebaran untuk bekerja di rumah.

“Sistem kehadiran fisik maksimal 75 persen pegawai melakukan BDK (Bekerja Dari Kantor),” Ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (09/05/22).

Fikri berkata sistem kerja itu telah diatur dalam Surat Edaran Internal KPK tentang Penyesuaian Sistem Bekerja dilingkungan KPK Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid- 19.

Jam kerja pegawai di KPK juga tidak diganti.

“Ada pula jam kerja untuk BDK merupakan 8 jam,” Tambah ia.

Jam kerja itu yakni Senin hingga Kamis dari jam 08.00-17.00 WIB serta Jumat dari jam 08.00-17.30 WIB.

Skema bekerja dari rumah juga tidak diganti. Sistem kerja dari rumah diatur oleh pejabat struktural di Unit kerja masing-masing.

Semacam diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menganjurkan pemudik supaya menunda kembali ke kota untuk bekerja. Ia meminta pihak terkait supaya menerapkan kerja dari rumah.

Usulan itu disambut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo.

Ia meminta segala lembaga pemerintah mengendalikan agenda Work From Home (WFH) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) sepanjang sepekan mulai Senin (09/05/22). Seruan ini mengamini usulan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo demi mengurai kemacetan arus balik Lebaran tahun 2022.

Baca Juga : Kapolri Janji Bahwa Hukum Tidak Hanya Tajam Ke Bawah Soal Nasabah Gagal Bayar PT. Indosurya

“Saya sepakat dengan komentar Kapolri supaya lembaga pemerintah mempraktikkan kebijakan WFH. Segala PPK( Pejabat Pembina Kepegawaian) diharapkan mengendalikan pembagian agenda supaya penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan kepada warga senantiasa berjalan,” kata Tjahjo. (Red)

Facebook Comments

Berita Lainnya