oleh

Korban Pengeroyokan Terima Pelayanan Buruk di Polsek Blanakan

BLANAKAN-SUBANG, (PERAKNEW).- Pelayanan dan pengayoman buruk terhadap masyarakat ditemukan di Polsek Blanakan, belum lama ini.

Hal itu terungkap saat pihak Polsek Blanakan menerima laporan dari pelapor atas nama Muhammad Ilyas, korban pengeroyokan disertai kekerasan, pada tanggal 15 Desember 2019, diabaikan hingga satu bulan, tepat sampai tanggal 15 Januari 2020, korban baru dapat menerim dan dilakukan pembuatan Berita Acara Pemerikasan (BAP) dan dibuatkan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) oleh Polsek Blanakan itu.

Betapa tidak, dalam laporan perkara mudah itu, Kapolsek Blanakan, AKP Aan Sukana pun mengetahuinya.

Sementara, ketika dikonfirmasi oleh Perak, pada Hari Rabu, 15 Januari 2020, di ruang kerjanya, Kanit Reskrim Polsek Blanakan, AIPTU Hero Hermanto berdalih, “Waktu tanggal 15 Desember 2019 lalu, itu hanya interogasi saja, bukan penerimaan laporan,” dalihnya, lalu ngeloyor meninggalkan Perak yang masih berada di kantornya bersama korban dan menugaskan anggotanya untuk melakukan BAP korban, yang seharunya dilakukan satu bulan yang lalu itu.

Atas pelayanan buruk itu, diduga kuat Polsek Blanakan ada main mata dengan para pelaku pengeroyokan tersebut dan sengaja membiarkan para pelaku bebas, serta berdampak pada proses hukumnya yang macet hingga satu bulan ini.

Seperti telah beberapa kali diberitakan Perak sejak tanggal 15 Desember 2019 dimaksud, bahwa Polsek Blanakan-Resort Subang diduga beri kesempatan hingga para pelaku pengeroyokan berhasil melarikan diri.

Penanganan kasus yang tidak profesional dan proforsional yang dilakukan Unit Reskrim Polsek Blanakan itu terungkap berdasarkan hasil pengawalan ketat oleh LSM Forum Anak Jalanan (FORAJAL) anak cabang dari LSM Forum Masyarakat Peduli (FMP), selaku penerima kuasa penuh dari Muhammad Ilyas (Pelapor).

Sabtu, 04 Januari 2020, Kanit Reskrim Polsek Blanakan, Hero saat dikonfirmasi terkait janjinya akan menangkap para pelaku pada Hari Jum’at, 03 Januari 2020, dia menjawab via chat WhatsApp (WA)nya, “Sudah di lakukan namun anaknya satu orang ikut ortunya ke Bogor, satu lagi tidak ada di rumahnya,” singkatnya tidak membalas lagi chat berikutnya.

Bagaimana tidak, Polsek Blanakan telah mengulur-ngulur waktu penangkapan itu, hingga tiga minggu, terhitung dari waktu pelaporan, yaitu Hari Minggu, 15 Desember 2019, selang satu hari setelah kejadian.

Menurut korban (Ilyas), “Pelaku berjumlah sekitar ada sepuluh orang, satu diantaranya ada anak siswa SMAN 1 Blanakan, bernama Irfan, itu anak pasti ada dan tidak kabur, karena sekolah, kenapa tidak ditangkap. Justru anak itu yang mengawali pengeroyokan, memukul bagian kepala saya menggunakan kayu,” ungkapnya menuntut keadilan.

Nyatanya, pihak penyidik Polsek Blanakan sudah memeriksa dan memintai keterangan dua orang saksi, bernama Fuji (Penjaga SMAN 1 Blanakan) teman kerja korban dan Maksum (Guru SMAN 1 Blanakan).

Demikian disampaikan Kanit Reskrim Polsek Blanakan, Hero kepada Perak, di ruang kerjanya, Kamis (02/01/2020).

Hero berjanji, “Besok (Jum’at, 03 Januari 2020) kami akan melakukan penangkapan, hari ini saya sendiri di kantor, pak kapolsek dan seluruh anggota sedang tugas di lokasi banjir, jadi besok penangkapannya,” jelasnya.

Hero menambahkan, “Selain tiga orang, benar ada satu pelaku lainnya masih dibawah umur (Siswa SMAN 1 Blanakan) dan tidak bisa kami tindak,” ujarnya.

Muhammad Ilyas (korban), seorang pemuda berusia 22 tahun, Warga Dusun Karang Anyar Timur-RT/RW-002/001, Desa Sukamandijaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, adalah penjaga SMAN 1 Blanakan yang dipukuli disertai pengeroyokan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) SMAN 1 Blanakan, “Saya dipukuli dan dikeroyok oleh lebih dari sepuluh orang pelaku, di lingkungan SMAN 1 Blanakan, Hari Sabtu, Tanggal 14 Desember 2019, pukul 00;30 WIB tengah malam,” terang korban.

Lanjut korban, “Penyebab terjadinya pengeroyokan, saya menolak diajak nongkrong bareng oleh para pelaku, karena saya sedang tugas jaga di SMAN 1 Blanakan, ketika saya mengeluarkan kata-kata menolak diajak nongkrong langsung dipukuli dan dikeroyok,” ungkapnya.

Menyikapi masalah tersebut, Selasa (24/12/2019) saat dikonfirmasi, Kapolsek Blanakan, AKP Aan Sukana didampingi Kanit Reskrimnya, Hero menegaskan kepada Perak, “Laporan pengeroyokan ini pasti kami tindaklanjuti. Kami akan panggil para saksi dan jika cukup bukti, kami akan lakukan penangkapan,” tegasnya. (Anen/Cj-Bembeng/Cj-Dani)

Berita Lainnya