PERAKNEW.COM – Proses seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (Polman) memasuki tahap akhir.
Tim Panitia Seleksi (Pansel) telah menetapkan 30 kandidat terbaik yang masuk tiga besar untuk mengisi 10 jabatan strategis di lingkup Pemkab Polman.
Hasil akhir seleksi tersebut diumumkan secara resmi melalui website Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kabupaten Polman, pada Rabu, 17 Juni 2026.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Polman, Fahry Fadly memberikan apresiasi terhadap proses seleksi yang dinilainya berlangsung secara terbuka dan sistematis.
Menurutnya, tahapan yang telah dilalui para peserta diharapkan mampu menghasilkan pejabat yang kompeten, profesional, serta memiliki kemampuan membawa inovasi dalam tata kelola pemerintahan daerah, “Proses seleksi ini sangat penting karena akan menentukan arah kebijakan pemerintah daerah ke depan. Penting bagi kita memastikan setiap posisi diisi oleh orang yang tepat sehingga mampu memaksimalkan fungsi organisasi,” ujar Fahry Fadly saat ditemui di sela-sela pelepasan peserta Pekan Nasional (Penas) di Kantor Dinas Perkebunan dan Peternakan Polman.
Legislator Partai Golkar itu menilai penerapan sistem merit dalam proses seleksi pejabat merupakan langkah maju yang patut diapresiasi.
Ia juga mengaku optimistis Panitia Seleksi telah bekerja secara profesional dalam menetapkan tiga kandidat terbaik untuk setiap jabatan yang dilelang, “Saya kira proses seleksi sangat terbuka. Pansel tentunya telah bekerja dengan sangat baik hingga menetapkan tiga nama terbaik pada setiap jabatan yang dilelang. Kita berharap hasil seleksi JPT ini melahirkan birokrasi yang profesional demi kemajuan daerah,” katanya.
Fahry berharap pejabat yang nantinya terpilih dan dilantik benar-benar memiliki kapasitas sesuai bidang tugasnya, memahami persoalan yang ada di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta mampu menerjemahkan dan menjalankan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Polman.
Menurutnya, penempatan pejabat berdasarkan kompetensi akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik dan efektivitas pelaksanaan program pembangunan daerah, “Harapan kita, pejabat yang terpilih benar-benar memiliki kompetensi dan mampu mewujudkan visi-misi Bupati Polman. Dengan demikian, kualitas kebijakan dan pelayanan kepada masyarakat juga akan semakin baik,” tambahnya.
Saat ini, 30 kandidat yang telah masuk tiga besar masih akan menjalani tahapan penyaringan akhir sebelum ditetapkan satu nama terbaik untuk masing-masing jabatan.
Selanjutnya, nama-nama tersebut akan diajukan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), dalam hal ini Bupati Polman, untuk ditetapkan dan dilantik.
Melalui proses seleksi yang ketat dan transparan tersebut, Fahry berharap lahir pemimpin-pemimpin birokrasi yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga mampu memperkuat tata kelola pemerintahan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta mendorong percepatan pembangunan di Kabupaten Polewali Mandar. (Sbr)






