PERAKNEW.COM -Tepat 19 Juni 2026, Kabupaten Bandung Barat (KBB) genap 19 tahun. Perayaan HUT ke-19 digelar sederhana di Lapangan Plaza Mekarsari.
Bupati KBB, Jeje Ritchie Ismail bersama Wabup Asep Ismail sengaja menekan anggaran seremonial, tapi capaian setahun kepemimpinan justru di atas target, “19 tahun KBB sudah beranjak dewasa. Jadi perayaannya juga dewasa: efisien, tidak berlebihan,” kata Jeje usai upacara, Jum’at (19/06/2026).
Jeje memaparkan 6 indikator makro KBB 2025 yang menguat dibanding tahun sebelumnya:
1. Pertumbuhan Ekonomi : 5,28%
2. Tingkat Kemiskinan : Turun ke 9,87%
3. Inflasi: Terkendali di 2,13%
4. Pengangguran Terbuka : Turun jadi 6,60%
5. Rasio Gini : Membaik ke 0,364
6. IPM : Naik ke 71,65 poin
Angka ini jadi bukti roda ekonomi warga mulai muter lebih kencang dan bantuan sosial makin tepat sasaran.
Jalan Mantap 78,8%, Pelayanan Dasar 98,5%. Sektor infrastruktur jadi highlight. Pemkab menuntaskan penanganan 36,858 km jalan kabupaten. Hasilnya, kondisi “jalan mantap” naik signifikan ke 78,80%, melampaui target yang ditetapkan.
Pelayanan dasar ke warga juga membaik. Capaian Standar Pelayanan Minimal SPM tembus 98,50%. Artinya urus KTP, akta, sampai layanan Puskesmas makin cepat.
Dari sisi tata kelola, KBB masuk peringkat 95 dari 416 kabupaten se-Indonesia versi EPPD Kemendagri. Pemkab juga mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian WTP dari BPK dan meningkatkan skor MCP KPK.
Momen HUT dimanfaatkan Jeje untuk menandatangani Peraturan Bupati tentang Produk Pesantren. Regulasi ini turunan visi-misi bidang keagamaan Jeje-Asep, “Perbup Produk Pesantren yang sudah lama kita ajukan, alhamdulillah kebijakannya sudah ditandatangani hari ini,” ujar Jeje.
Perbup ini jadi tonggak baru pengembangan ekonomi berbasis pesantren, dukungan guru ngaji, pondok pesantren, dan program keagamaan lain di KBB.
Jeje akui masih banyak PR di tengah capaian positif, Jeje tetap blak-blakan, “Kami memahami masih banyak masyarakat yang merasakan pelayanan publik belum sepenuhnya sesuai harapan. Masih terdapat infrastruktur yang perlu penanganan lebih cepat,” katanya.
Upacara ditutup atraksi drum band IPDN. Nuansa sederhana tapi khidmat jadi ciri khas perayaan HUT KBB ke-19 tahun ini. (Rushendi)






