Gelar Pilkades Serentak 2018, Camat Ciasem; “Jadikan Amanah Rakyat Ladang Ibadah”

oleh

CIASEM-SUBANG, (PERAKNEW).-Sejumlah 165 desa 28 kecamatan se-Kabupaten Subang telah melaksanakan pesta demokrasi tingkat desa, yaitu Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak, di desa masing-masing, pada Hari Rabu, 5 Desember 2018.

Satu diantaranya, ialah di Kec. Ciasem, yang diikuti oleh 6 (Enam) desa berikut Calon kades (Cakades) terpilihnya, mulai dari Desa Jatibaru (Cakades Terpilih, benama Jaya), Dukuh (Cakades Terpilih, Ade), Ciasem Tengah (Cakades Terpilih, Mista Rangun), Sukamandijaya (Cakades Terpilih, Khoirudin, S.Pd.I.,), Sukahaji (Cakades Terpilih, Tedi Nurdiansyah) dan Pinangsari (Cakades Terpilih, H. Adang Sarifudin/Incumbent).

Menyikapi Pilkades tersebut, Camat Ciasem, Ubi Kartubi mengucapkan selamat kepada keenam Cakades terpilih di Wilayah Pemerintahan Kecamatan yang dipimpinnya itu, “Kami ucapkan selamat kepada para calon kades se-Kecamatan Ciasem yang terpilih,” ucapnya sumringah, saat diwawancarai Perak, Kamis (06/12/2018).

Ubi juga berpesan kepada para kades terpilih tersebut, juga yang belum beruntung, “Jadikanlah amanah yang diberikan oleh masyarakat sebagai ladang ibadah kita kapada Allah SWT dan kepada para calon yang belum terpilih, bersabarlah jangan terlena dengan kesedihan, karena bagi Allah itulah yang terbaik bagi kita dan masih banyak cara untuk berkontribusi dalam membangun dan mensejahterakan masyarakat desa kita,” imbaunya.

Lanjut Ubi, “Kepada para panitia, BPD, kepala desa, calon kepala desa, beserta seluruh simpatisannya dan seluruh masyarakat, terimakasih telah memelihara kondusifitas, keamanan kenyamanan dan tali silaturahim yang kuat sehingga pilkades serentak di Kecamatan Ciasem hingga dapat berjalan dengan lancar dan damai,” tuturnya berterimakasih.

Berikut ini adalah Rekapitulasi hasil penghitungan suara enam Pilkades se-Kec. Ciasem, Kab. Subang;

1. Desa Jatibaru ada tiga Cakades, nomor urut (1) Amit peroleh 1.086 suara, nomor urut (2) H. Maman Susanto 1.298 suara dan nomor (3) Jaya (Cakades terpilih), memperoleh 2.385 suara. Jumlah keseluruhan suara sah 4.769, tidak sah 59 suara dan suara sah plus tidak sah 4.828.

2. Desa Dukuh ada tiga Cakades, nomor urut (1) Ade (Cakades terpilih), peroleh suara 2.074, nomor (2) Jayim 1.650 dan nomor urut (3) Rudi Lesmana 1.464 suara. Jumlah keseluruhan suara sah 5.188, tidak sah 47 suara dan suara sah plus tidak sah 5.235.

3. Desa Ciasem Tengah ada lima Cakades, nomor urut (1) Oo Abdul Manan peroleh suara 978, nomor urut (2) Sehab Sumilaludin 1.204 suara, nomor (3) Ade Ahyani,S.H.I., 1.394 suara, nomor (4) Aam Hamzah 505 suara dan nomor urut (5) Mista Rangun (Cakades terpilih) dapat 1.885 suara. Jumlah keseluruhan suara sah 5.966, tidak sah 97 suara dan suara sah plus tidak sah 6.063.

4. Desa Sukamandijaya ada lima Cakades, nomor urut (1) Khoirudin, S.Pd.I., (Cakades terpilih) peroleh 2.722 suara, nomor (2) Nurahman dapat 1.940 suara, (3) Budi 911 suara, (4) Udin Samsudin 2.426 suara dan (5) Hidayat 1.604 suara. Jumlah keseluruhan suara sah 9.603, tidak sah 149 suara dan suara sah plus tidak sah 9.752.

5. Desa Sukahaji ada empat Cakades, nomor urut (1) Cawa peroleh 674 suara, nomor (2) Tedi Nurdiansyah (Cakades terpilih) 1.788 suara, (3) Akim Sanjaya 1.234 suara dan nomor urut (4) H. Hawari 1.249 suara. Jumlah keseluruhan suara sah 4.945, tidak sah 107 suara dan suara sah plus tidak sah 5.052.

6. Desa Pinangsari ada dua Cakades, nomor urut (1) H. Adang Sarifudin/Incumbent (Cakades terpilih) peroleh suara 2.570 dan nomor (2) Kardim 2.389 suara. Jumlah keseluruhan suara sah 4.959, tidak sah 86 dan sah/tidak sah 5.045 suara.

Sementara itu, untuk Desa Sukamandijaya, Ketua Panitia Pilkades Sukamandijaya, Iteng Sukarya mengatakan, “Semoga calon kades terpilih bisa menjaga dan menjalankan amanah dari rakyat untuk membangun Desa Sukamandijaya, serta merangkul semua pihak,” ujarnya berharap.

Iteng berpesan, “Kepada para calon yang belum beruntung, agar menerima dengan legowo, karna ini kekalahan terhormat. Pemilihan berjalan dengan transparan dan demokrasi. Jadi sifatnya bukan kalah, tapi kemenangan yang tertunda,” terangnya. (Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *