FWMO KBB Lahir Sebagai Episentrum Baru Nalar Kritis dan Mitra Strategis Pembangunan di KBB

KBB55 views

PERAKNEW.com – Dialektika Pers di Kabupaten Bandung Barat (KBB) memasuki babak baru. Sebuah entitas organik bernama Forum Wartawan Media Online (FWMO) KBB resmi terlahir dan dideklarasikan secara De jure, pada Sabtu, 3 Oktober 2026, di Ballroom Lantai 4 Komplek Pemerintahan Daerah KBB.

Forum yang diinisiasi sejak 20 Agustus 2026 oleh Asep Saepudin (Atek) dan Asep Dedi Setiawan (Ucok) bersama kolektif pimpinan redaksi ini, hadir bukan sekedar sebagai agregasi wartawan, melainkan sebagai ikhtiar untuk merajut soliditas profesi di tengah derasnya arus informasi.

Berdasarkan Surat Keputusan Nomor: 001/FWMO-KBB/IX/2026, estafet kepemimpinan kini dipercayakan kepada Anne Nurgusari sebagai Ketua Umum, Vicky Nugraha sebagai Sekretaris dan Dudung Durahman sebagai Bendahara.

Deklarasi yang berlangsung khidmat tersebut memperoleh legitimasi moral dan institusional dengan kehadiran Bupati Bandung Barat, serta representasi dari berbagai stakeholder strategis, Dinas Kominfotik, Kesbangpol, Forum Camat, APDESI dan Polres Cimahi. Kehadiran lintas institusi tersebut merefleksikan, bahwa FWMO dipandang sebagai mitra dialogis pembangunan.

Dalam orasi perdananya, Ketua Umum terpilih Anne Nurgusari menegaskan, filosofi dasar kelahiran forum ini, “FWMO kami dedikasikan sebagai ruang pertautan gagasan dan wadah silaturahmi intelektual. Forum ini tidak dilahirkan untuk membangun sekat-sekat kompetisi yang kontraproduktif, melainkan untuk mengkonsolidasikan energi kolektif,” ujar Anne.

Ia menambahkan, independensi dan akurasi faktual adalah marwah yang tidak bisa ditawar, “Menjadi jurnalis adalah mengemban amanah sebagai penjaga nalar publik. Mari kita bersinergi menghadirkan jurnalisme yang independen, verifikatif dan berpijak pada realitas empirik. Karena hakikat media adalah jembatan kebenaran antara negara dan warga,” tuturnya.

Lebih jauh, Anne menekankan pentingnya kolaborasi pentahelix, “Kami membuka diri untuk berkolaborasi secara konstruktif dengan pemerintah, TNI, Polri, sektor privat, dan masyarakat sipil. Pers pada hakikatnya adalah pilar kontrol sosial dan mitra strategis dalam menjaga keberlangsungan demokrasi,” tegasnya.

Senada, sang inisiator Asep Saepudin mengungkapkan bahwa komposisi kepengurusan terpilih telah melalui proses kurasi berbasis kompetensi, “Pengesahan ini bukan sekadar formalitas administratif. Kami meyakini, figur-figur yang kini mengemban amanah adalah insan-insan yang memiliki kapasitas, integritas, dan kapabilitas untuk menjalankan roda organisasi demi kemaslahatan bersama antara pemerintah dan masyarakat,” ungkap Kang Atek.

Sementara itu, Dewan Pembina H. Dedi Koesnadi (Abah Dedi) memberikan pesan moral agar soliditas tetap terjaga, “Alhamdulillah, deklarasi ini merupakan buah dari gotong royong. Saya berpesan, jagalah marwah dan nama baik FWMO. Kedepankan musyawarah dalam setiap perbedaan. Ingatlah, deklarasi ini bukanlah garis finis, melainkan titik awal dari sebuah perjalanan pengabdian yang panjang,” pungkasnya.

Deklarasi bersejarah ini dihadiri oleh lebih dari seratus jurnalis dari berbagai platform media 0nlinr, cetak dan elektronik yang menandai tingginya antusiasme untuk membangun ekosistem pers yang lebih bermartabat di Bandung Barat. (Rushendi)

—