oleh

Diduga Salahgunakan Dana BOS, Oknum Kepsek SDN Susupan Mulya 2 Bisnis LKS

CIPUNAGARA-SUBANG, (PERAKNEW).- Seperti yang kita ketahui, bahwa dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang digelontorkan pemerintah melalui anggaran APBN adalah guna untuk memperingan orang tua/wali murid, salah satunya untuk menunjang prasarana pendidikan dan pembelajaran.

Betapa tidak, diduga masih ada saja oknum yang menyalahgunakan dana BOS dimaksud, salah satunya dengan mengharuskan para orang tua/ wali murid untuk membeli buku LKS (Lembar Kerja Siswa) yang merupakan sarana penunjang kegiatan belajar mengajar di SDN Susupan Mulya 2, Wilayah Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang, 10 Februari 2021.

banner 728x90

Ketika dikonfirmasi Kepala sekolah (Kepsek) SDN Susupan Mulya 2, Andi Mulyadi mengakui, “Benar sekolah kami telah menjual LKS seharga Rp15.000/ LKS atau per mata pelajaran. Tapi itu hanya titipan perusahaan,” dalihnya.

Lanjut Andi, “Itupun tidak diharuskan semua siswa/siswi untuk membelinya, bagi yang mau membeli saja, kalau gak mau beli ya tidak apa-apa, hanya konsekwensinya mereka harus photo copy,” ujarnya.

Sementara, Koordinator Wilayah/UPTD Pendididkan Cipunagara beberapa kali hendak dipintai komentarnya atas dugaan pelanggaran di sekolah dasar tersebut, kerap tidak ada di kantornya, melainkan hanya stafnya saja yang ada, bernama Daryanto, itupun dia tidak mau memberikan tanggapan apapun, dengan alasan bukan kapasitasnya untuk memberikan tanggapan.

sebagai edukasi hukumnya, jika mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) nomor 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, dimana pada Pasal 181 disebutkan, pendidik dan tenaga kependidikan baik perorangan maupun kolektif dilarang menjual buku pelajaran, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar dan pakaian seragam ditingkat satuan pendidikan dan sebagai mana juga yang telah diuraikan dalam Peraturan Mentri Pendididkan dan Kebudayaan nomor 76 Tahun 2014 (Permendikbud 76/2014) tentang tujuan program dana BOS. (Ela)

Berita Lainnya