PERAKNEW.com – Dampak Proyek pembangunan Jalan Tol Pelabuhan Patimban yang melintasi wilayah pertanian di blok Baruan, belum lama ini telah menyebabkan para petani dari Kampung Waladin Desa Pasir Bungur Kecamatan Purwadadi Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat mengalami gagal panen selama dua musim berturut-turut.
Akibat kondisi tersebut, para petani yang Memiliki Sawah dua hektar lebih mengalami kerugian hingga 14 ton gabah per musim, yang berdampak besar terhadap penghidupan mereka sehari-hari.
Lahan pertanian yang sebelumnya menjadi sumber utama penghasilan kini tak lagi produktif akibat terganggunya sistem gorong-gorong irigasi dan kondisi tanah yang berubah akibat aktivitas proyek.
Sejumlah petani berharap pemerintah dan pihak pengembang pembangunan jalan tol turun tangan memberikan solusi serta kompensasi atas kerugian yang diderita petani tersebut.
Selain itu, mereka juga mendesak agar aliran gorong-gorong irigasi cepat dipulihkan agar musim tanam ke depan bisa berjalan normal kembali.
Salah satu petani bernama Wa Kadis saat diwancarai Perak TV mengungkapkan, “Sudah tiga musim panen hasilnya sangat merugi di bandingkan sebelum dampak adanya proyek Tol Pelabuhan Patimban tersebut,” ucapnya.
Sementara, Tasri seorang pembajak sawah juga merasa rugi, karena yang biasanya membajak sawah diberi upah setelah panen dan ketika gagal panen jadi jong, tidak dibayar oleh penggarap sawah dan tuntutannya adalah kebijakan dari pengelola pembangunan tersebut.
Menyikapi persoalan itu, Rian selaku Wakil Pengawas Begisting Proyek Gorong-Gorong Irigasi tersebut mengungkapkan, bahwa tidak bisa memprediksi kapan selesainya pembangunan gorong-gorong dimaksud.
Baca Juga : Siswa SMK Iptek Cilamaya Terpaksa Ikut Study Tour, Jika Tidak Tak Bisa Ujian?
Situasi ini mencerminkan perlunya evaluasi dan pengawasan yang lebih ketat dalam pelaksanaan proyek strategis nasional, agar tidak mengorbankan sektor vital seperti pertanian dan kehidupan masyarakat.
(Nurmanta)










