Cimahi Terpapar Abu Vulkanik Anak Krakatau, KBM Tetap Tatap Muka

CIMAHI418 views

PERAKNEW.com – Dampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai terasa hingga Kota Cimahi, namun Pemerintah Kota Cimahi tidak menerapkan pembelajaran daring untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di seluruh sekolah, murid tetap belajar di sekolah secara langsung.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana mengatakan, hujan debu abu vulkanik Gunung Anak Krakatau memang saat ini masih dialami masyarakat, namun belum terlalu serius, sehingga tidak dilakukan perubahan skema KBM.

Lapisan debu halus dilaporkan ditemukan di sejumlah permukiman warga, bahkan membuat lantai serta ubin terasa lebih licin dari biasanya, “Dampak di Cimahi sudah terasa, kemarin kita lihat juga, debunya sangat halus. KBM sementara belum (Daring), masih offline, tetap seperti biasa,” terangnya, Senin (7/9).

Meski begitu, evaluasi KBM akan dilakukan jika paparan debu abu vulkanik semakin serius hingga membahayakan peserta didik maupun guru.

Saat ini, Pemkot Cimahi melalui Dinas Pendidikan (Disdik) telah mengimbau kepada seluruh satuan pendidikan agar peserta didik dan guru menggunakan masker, “Untuk pelaksanaan proses belajar mengajar Kita tetap menggunakan masker, kita upayakan untuk anak-anak kita, kita upayakan untuk cari masker,” ujarnya.

Kepala Disdik Kota Cimahi, Nana Suyatna mengatakan, selain penggunaan masker, pihak sekolah juga diminta untuk mengurangi KBM di luar ruangan, “Selain masker kita juga meminta pengurangan aktivitas di luar kelas, dan meminta satuan pendidikan agar jendela dan pintunya tertutup,” ucapnya.

Rencananya Disdik Kota Cimahi akan melakukan rapat koordinasi dengan dinas terkait untuk mengetahui kondisi terkini paparan debu abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di Kota Cimahi.

Hasil rapat akan dijadikan dasar bagaimana keberlangsungan KBM di sekolah-sekolah yang ada di Kota Cimahi, “Kami menunggu tim, mungkin nanti siang akan rapat dengan Pak Wali (Kota) bersama yang lain, menyikapi dinamikan yang terjadi di wilayah Kota Cimahi. Kita juga koordinasi dengan wilayah Bandung Raya, belum ada yang melaksanakan PJJ,” pungkasnya. (Harold)