Budi Daya Pepaya Jadi Favorit Petani KBB

oleh

Budi Daya Pepaya Jadi Favorit Petani KBB

CILILIN-KBB, (PERAKNEW).- Budi daya pepaya lokal menjadi primadona bagi masyarakat Kabupaten Bandung Barat (KBB), selain karena mudah ditanam , tanaman ini juga relatif tahan penyakit dan mudah memasarkannya.

Tren menanam pepaya sudah terlihat setahun ini. Saat ini,terdapat 6.320 kepala keluarga yang terlibat dalam budidaya pepaya dilahan seluas sekitar 969 hektare.

Pengembangan budidaya pepaya tumbuh disembilan kecamatan, yaitu Padalarang, Batujajar, Cihampelas, Cililin, Saguling, Sindangkerta, Cipongkor, Gununghalu dan Rongga

Tokoh penggagas budi daya pepaya adalah Kepala Desa Batulayang, Kecamatan Cililin, Beben. Dia mengagagas pembentukan petani papaya sekaligus juga membentuk Koperasi Rumpun Kaso.

Produksi pepaya dari sembilan kecamatan di KBB tersebut tidak hanya dijual masih dalam bentuk buah segar tapi juga hasil olahannya.

“Koperasi Rumpun Kaso dijadikan wadah bagi para petani untuk memasarkan pepayanya agar memiliki nilai tambah, pepaya diolah menjadi makanan yang enak dan unik,” kata Beben di Cililin, Selasa(18/7).

la menceritakan, dulu buah pepaya tidak laku dijual sehingga dipandang sebelah mata. Namun setelah para petani ini diberdayakan dan diberikan penyuluhan, kemudian difasilitasi dalam pemasarannya sehingga memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Sebenarnya, komunitas petani Rumpun Kaso ini bukan hanya berasal dari KBB, tapi juga dari Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung,” ungkapnya. Pada awalnya, Beben hanya memanfaatkan lahan seluas 3 hektare untuk budi daya pepaya. Hasil panennya dibeli oleh 3 perusahaan kosmetik dan makanan di kota Bandung.

“Pepaya yang saya pasok hanya sebanyak 1.100 kilogram. Namun dalam perkembangannya terus bertambah. Jujur saya tidak mampu memenuhi permintaan tiga perusahaan tersebut, oleh karena itulah saya menggandeng beberapa petani untuk memenuhi permintaan tersebut,” paparnya. Menurutnya, budi daya pepaya reatif mudah dengan hasil yang menjanjikan. Dilahan seluas 200 tumbak ditanam 1.000 pohon.

“Hanya butuh waktu 7 bulan,pohon pepaya sudah bisa dipanen sampai 4 ton. Keuntungan bersihnya 2 juta,” kata Beben. la optimis budidaya pepaya di KBB dapat terus dikembangkan, mengingat potensinya sangat besar. Sementara itu, orang warga Desa Cijenuk, Kecamatan Cipongkor, Sona Kamil (48)menyatakan sudah berencana untuk menanam pepaya sebanyak 5.000 pohon. Budidya pepaya itu ditunjukan untuk pemberdayaan para santri di pesantren-pesantren di Cipongkor.

(Edy/Ferry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *