PERAKNEW.com – Bertepatan pada tanggal 1 Januari 2026, adalah merupakan moment spesial dan penting untuk memperingati hari pergantian tahun atau tahun baru, seluruh umat manusia di berbagai belahan dunia dimungkinkan mengadakan perayaan tahun baru.
Namun, moment peringatan dan atau perayaan tahun baru 2026 ini menjadi moment kesedihan bagi Keluarga Novi, Warga Dusun Jurutilu-RT 11/RW 06 Desa Sukamandijaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, karena rumah miliknya mengalami Musibah atau Bencana Ambruk, akibat Curah Hujan disertai Angin Kencang, tepat pada Hari Kamis, tanggal 1 Januari 2026, sekira pukul 01:00 WIB.
Saat diwawancarai Perak TV, di rumahnya yang ambruk itu, Novi menceritakan kronologis kejadiannya, bahwa pada sore hari sebelum kejadian, bertepatan Curah Hujan turun disertai Angin Kencang, dirinya beserta keluarganya bernasib baik.
Betapa tidak, pada saat hujan turun disertai angin kencang itu, menyaksikan sebagain kondisi atap rumahnya sudah rapuh dan terdengar suara-suara mengkhawatirkan muncul dari atapnya seolah tanda-tanda akan terjadi ambruk, Novi beserta keluarganya bergegas mengungsi di rumah saudaranya. Tak butuh waktu lama, pada tengah malamnya, tepat Malam Tahun Baru 2026 rumah yang diisi oleh sejumlah 8 (delapan) orang anggota keluarganya itu benar saja mengalami Ambruk.
Baca Juga : Danantara Sinergikan BUMN Bangun Huntara di Aceh Tamiang, PLN Sambung Listrik untuk Semua Rumah dan Fasum
Lanjut Novi kepada Perak TV, bahwa atas kejadian tersebut, hingga detik ini, Hari Jum’at, tanggal 2 Januari 2026, dari pihak pemerintahan yang meninjau rumahnya, sudah ada dari pihak pemerintah desanya, yakni Pemerintah Desa Sukamandijaya dan Kecamatan Ciasem.
Novi menerangkan, bahwa untuk kepala desanya sendiri, yakni Kepala Desa Sukamandijaya, Hj. Ernawati belum sempat mengunjungi rumahnya. Sementara, menurut Novi, bahwa lokasi rumah kepala desanya tidak jauh dari rumahnya yang ambruk tersebut, melainkan satu kampung atau sedusun dengannya, yakni di Dusun Jurutilu itu.
Adapun hingga saat ini, bantuan yang diterima Novi dan Keluarganya ini, baru berupa Terpal saja dari pihak Pemerintah Desa dan Kecamatan Ciasem yang sudah meninjau tersebut. Sehingga, Novi beserta Keluarganya sangat berharap kepada pemerintah, baik itu Pemerintah Desanya, maupun Pemerintah Kabupaten Subang agar berkenan merealisasikan bantuan untuk kebutuhan perbaikan rumahnya yang ambruk itu.
Baca Juga : Diduga Proyek Jalan Hotmix Tambak Raya Indramayu Dikerjakan Asal-Asalan
Novi menerangkan, bahwa kondisi ekonomi keluarganya sederhana, penghasilan sehari-harinya hanya mengandalkan dari berjualan kecil-kecilan saja. (Galang)








