PERAKNEW.com – Sejumlah warga Desa Batangsari, Kecamatan Sukasari, mengeluhkan sistem rekrutmen tenaga kerja PT Wings yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat sekitar. Padahal, menurut warga, jauh sebelum perusahaan berdiri, pihak manajemen disebut pernah berjanji akan memprioritaskan warga lokal untuk bekerja di perusahaan tanpa syarat rumit.
Namun kenyataannya, warga sekitar hanya mendapat kesempatan bekerja sebagai kuli panggul dengan sistem borongan. Untuk satu mobil tronton, upah yang diterima berkisar antara Rp90 ribu, Rp120 ribu hingga Rp200 ribu, dan harus dibagi rata untuk 10 orang pekerja. Kondisi ini dinilai sangat tidak sebanding dengan tenaga dan waktu yang dikeluarkan.
“Dulu dijanjikan bisa kerja langsung di perusahaan, sekarang berubah lagi harus izasah SMA ada yang punya ijasah SMA sama juga gak diterima, ternyata sampai sekarang warga hanya jadi tenaga angkut dengan bayaran sistem borongan yang kecil sekali,” ungkap salah seorang warga Batangsari.
Baca Juga : Kontraktor PSN Patimban Diduga Tidak Transparan Soal Dana CSR
Sementara itu, tim peraknew.com saat mendatangi PT wings disana hanya ditemui oleh pak wasidi Chief security karena pihak HRD belum bisa ditemui.
Menurut wasidi menyatakan “bahwa pada saat ini mulai karyawan sudah siap rekrutmen diambil oleh PT TDI outsorching Pagaden dan untuk disini kita sudah bekerjasama dengan karang taruna jadi untuk kekurangan dan penambahan rekrutmen karyawan sudah bekerjasama dengan karang taruna” terangnya
Lanjut wasidi menjelaskan “kan tidak mungkin pak kalo ini jadi dulu baru rekrut, jadi sebelum ini dimulai rekrut sudah dimulai oleh pihak outsorching, nah untuk kurang lebihnya kita sudah kerjasama dengan karang taruna jdi untuk kelanjutannya silahkan temui karang taruna.
Baca Juga : Sumber Dana Rehabilitasi Kantor Desa Mataram Dari APBD Musi Rawas Bukan DD
Meski demikian, warga tetap berharap perusahaan menepati janji awalnya untuk membuka kesempatan kerja yang lebih layak bagi masyarakat sekitar. Mereka menilai, keberadaan perusahaan besar seharusnya memberi dampak positif terhadap kesejahteraan warga lokal, bukan justru menimbulkan ketimpangan sosial karena diduga rekrutmen diisi orang luar batangsari. (Hengun)










