oleh

UMKM di Denpasar Terima Dana KUR Milyaran Rupiah

DENPASAR-BALI, (PERAKNEW).- Tercatat saat ini total dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan 10 Bank kepada UMKM di Kota Denpasar, Provinsi Bali sebanyak Rp923 Miliar dengan tingkat resiko macet (NLP) sebesar 0,72% dengan total nasabah mencapai 37.817 nasabah.

Hal itu terungkap saat Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena melakukan Monitoring dan evaluasi (Monev) yang menyasar dua UMKM di Kota Denpasar, Selasa (26/6/180) bersama Tim Monev KUR UMKM Kota Denpasar.

Pada kesempatan tersebut, Erwin Suryadarma juga menyambut baik adanya penurunan Pajak Penghasilan (PPh) bagi UMKM di Indonesia yang mulanya 1% (satu persen) kini menjadi 0,5 persen. “Dengan penurunan PPh ini diharapkan mampu merangsang pertumbuhan UMKM di Kota Denpasar,” pungkasnya.

Dalam upaya memastikan penyaluran KUR di Kota Denpasar tepat sasaran. Tim Monitoring dan Evaluasi yang terdiri dari Perwakilan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Bank BPD Bali selaku penyalur KUR, Diskop UKM Kota Denpasar dan Bagian Ekonomi Sumber Daya Alam, Setda Kota Denpasar kembali melaksanakan Monev.

Kadiskop dan UMKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena mengatakan, bahwa Monev ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan upaya untuk memastikan bahwa penyaluran KUR di Kota Denpasar sudah tepat sasaran. Lebih lanjut dijelaskan, adapun UMKM yang turut mendapat Monev, yakni Pengusaha Janur di kawasan Jalan Wibisana Banjar Tulangampiang, Denpasar Utara dan Pengusaha kos-kosan di kawasan Desa Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan. “Kegiatan ini dilaksanakan untuk memastikan apakah penyaluran KUR di Kota Denpasar sudah tepat sasaran,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Erwin Suryadarma, kegiatan ini juga bertujuan untuk melakukan pemantauan terhadap produktivitas UMKM di Kota Denpasar. Utamanya terkait pengembalian KUR agar tetap lancer, “Jadi selain memastikan KUR tepat sasaran, Monev juga bertujuan untuk memastikan produktivitas UMKM sehingga pengembalian kredit dapat berjalan dengan maksimal,” paparnya. (Tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya