Tahap Akhir Penilaian Piala Adipura, Bupati Ekspose Kab. Subang

oleh
Tahap Akhir Penilaian Piala Adipura Bupati Ekspose Kab. Subang

Tahap Akhir Penilaian Piala Adipura Bupati Ekspose Kab. Subang
SUBANG, (PERAKNEW).- Bertempat di Hotel The Sultan Jakarta, Bupati Subang Hj. Imas Aryumningsih yang didampingi oleh para kepala OPD melaksanakan tahap akhir penilaian adipura yakni ekspose Kabupaten Subang kepada para ahli dan pakar sampah, ciri khas budaya dan tata kota dari Kementrian Lingkungan Hidup, Jum’at (09/06/17).

 

Hj. Imas Aryumningih menginginkan bukan hanya sebatas adipura, namun dampak untuk kebersihan itu merata ke desa-desa. “Dengan upaya ini keberasihan menjadi ciri khas Subang, makanya untuk sampah selalu ada kelompok pengambil atau mapeling, apalagi untuk pencegahan laut, dan hasilnya berbeda karena dulu kesadaran kebersihan itu kurang,” ujarnya.

 

Salah satu penilaian ekspose Prof. Jhon Silas mengatakan selalu mencari kekhasan yang ditampilkan dari kabupten atau kota dan jarang kabupaten memaparkannya. “Subang selalu menjadi rebutan dari dulu, juga Subang selalu menjadi kelebihan, alamnya juga luar biasa memiliki segala potensi, dan harusnya semua ciri khas tersebut ter-ekspose,” ungkapnya.

 

Ia menambahkan, sampah ditempat wisata perlu dikelola dengan efisien karena biasanya sampah di tempat wisata sangat banyak karena merupakan bawaan dari orang luar.

 

Sementara itu Murniati Jamaludin dan Sri Bebasari yang merupakan pakar pengolahan sampah dan daur ulang sampah, selalu tertarik dengan hasil nanas Subang, kulitnya bagus untuk organik dan pengolahannya juga harus menjadi khas karena kulitnya memilki serat yang bagus dalam proses pembusukan.

 

“Untuk pengolahan sampah harus ada masterplan-nya untuk 20 tahun kedepan, harus mencakup dari seluruh aspeknya, kemudian dari kenaikan anggarn, harus ada rupiah perton sampahnya. Seperti Surabaya memiliki 150 ribu pertonnya,” ungkap Sri.

 

Sri juga mengingatkan jangan sampai ada bantuan dari Dinas PUPR, tapi presentasinya tidak ada, apalagi jangan sampai ada masalah sampah ke laut, karena bila ada sampah di laut berati ada msalah di darat.

 

Kemudian Kepala Badan Lingkungan Hidup H. Yayat Sudrajat menjelaskan bahwa peningkatan pengolahan sampah meningkat drastis, karena masyarakat melihat potensi penghasilannya yang tinggi. “Apalagi prinsip Bupati bahwa kita sebagi pemaju kemajuan, alhasil dari sampah yang dikumpulkan hanya 40% yang dikirm sampai ke TPA, karena antusias pengolahan sampah dari rumah ke rumah,” jelasnya.

 

Ia berharap kedepan tidak sampah yang sampai di kirim ke TPA karena didaur ulang, organiknya jadi pupuk dan anorganiknya jadi bahan daur ulang dan kreatifitas. “Produk yang dihasilkan jadi daur ulang dijual dengan kerjasama para pengusaha industi,” tutupnya.

 

Walapun peserta yang ikut menyaksikan pemaparan dibatasi, namun yang hadir dalam acara tersebut tidak hanya Sekda, para Asda, dan keala OPD, tapi hadir pula seluruh Camat, dan Perwakilan Ibu-ibu Dharma Wanita Perasatuan (DWP). Surya/Hms

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *