INDRAMAYU, (PERAKNEW).- Dalam rangka meningkatkan pengetahuan manajemen Kelompok Usaha Bersama (KUB) dan untuk meningkatkan nelayan kecil, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Indramayu, Propinsi Jawa Barat adakan acara kegiatan Studi Banding ke DKP Kab. Kendal, Provinsi Jawa Tengah.
Dalam acara tersebut, terdaftar 34 (tiga puluh empat) orang peserta, termasuk Edi Umaedi, S.P., selaku Plt. Kepala DKP Indramayu, namun patut disayangkan dalam kegiatan Studi Banding tersebut, telah mencatut nama salah satu lembaga, yaitu Forum Masyarakat Peduli (FMP) Jabar.
Sehubungan kejadian pencatutan nama FMP Jabar itu terjadi di Indramayu, sehingga membuat geram Pengurus FMP Jabar Cabang Indramayu, dalam hal ini Kabid Hukum dan HAM FMP Jabar Cabang Indramayu, Hasto, S.H., menyatakan, pihak DKP Indramayu menerangkan kepada pihaknya, bahwa pencatutan nama FMP Jabar itu, salah ketik,
“Saya duga ada unsur kesengajaan atau ada dugaan keuntungan pribadi terkait pencatutan nama Forum Masyarakat Peduli Jabar dalam rangka acara studi banding tahun 2021 ini, dalam waktu dekat kami akan adukan dan laporkan ke APH (aparat penegak hukum),” tegasnya.
Faktanya, salah ketik itu diungkapkan oleh Kasi Kelautan DKP Indramayu, Rahmat saat dikonfirmasi Perak di ruang kerjanya, Jum’at (24/9/21) menjelaskan, “Terkait nama peserta, kami minta maaf kepada Forum Masyarakat Peduli Jabar, karena salah ketik, seharusnya kami ketik Himpunan Masyarakat Peduli Jabar, tapi kami ketik Forum Masyarakat Peduli Jabar dan Himpunan Masyarakat Peduli Jabar tersebut, sudah resmi terdaftar di Pemerintah Indramayu,” ujarnya.
Sementara, menurut salah satu pegawai Kesbangpol Kab. Indramayu saat dimintai keterangannya, Jum’at (24/9/21) kepada Perak menerangkan, “Himpunan Masyarakat Peduli Jabar tidak ada dan tidak terdaftar di kami, yang ada yang terdaftar resmi adalah Forum Masyarakat Peduli Jabar,” ungkapnya. (Sono/Waryanto)











