SUBANG, (PERAKNEW).- Disela waktu sebelum melakukan serah terima jabatan dan mengakhiri jabatannya sebagai Pjs Bupati Subang, Drs. H. Dady Iskandar, M.M., yang ke sekian kalinya kembali melaksanakan sholat subuh berjama’ah dengan para kepala OPD, para camat se-kabupaten Subang, pejabat eselon III dan IV, para ASN Pemkab Subang, serta masyarakat, di Masjid Agung Kota Subang, belum lama ini.

Betapa tidak, pada Hari Jum’at, 23 Maret 2018, akan dilaksanakan pelantikan Wakil Bupati Subang, Ating Rusnatim yang nantinya secara otomatis, jabatan Pjs. Bupati Subang akan berakhir dan pada Hari Senin, 26 Maret akan serah terimakan jabatan Bupati Subang dari Pjs. Bupati Subang, Drs. H. Dady Iskandar ke Wakil Bupati Subang, Ating Rusnatim.
Demikian diungkapkan Dady, usai melaksanakan sholat subuh berjama’ah tersebut, “Hidup, jabatan dan harta hanya sementara dan hanya titipan. Bila kehendak Allah telah diturunkan untuk diambil atau diangkat, maka manusia tidak bisa menolaknya. Begitupun dengan jabatan Pjs bupati yang harus berakhir, maka saya harus siap,” tuturnya.
Lanjut dia, “Semoga selama menjabat akan berkesan bagi masyarakat Subang dan yang utamanya bagi saya sendiri, karena menjadi pengalaman berharga, sehingga semoga menjadi berkah bagi Kabupaten Subang,” ujarnya.
Masih kata Dady, “Tanamkan kebersamaan dan kekompakan dari seluruh elemen pemerintahan Subang, guna membangun Subang bersama-sama untuk lebih maju dan lebih baik lagi kedepannya. Harumkan nama Subang dalam moment HUT Subang ke-70 dan Asean Games dengan kegiatan dan prestasi yang positif yang akan membawa kebaikan bagi kabupaten Subang. Dalam hidup perlu melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar terhadap sesama dengan berbuat kebaikan dan mencegah perbuatan mungkar dan bersabar terhadap resiko yang mungkin dihadapi,” katanya.
Setelah pelaksanaan sholat subuh berjamaah dilaksanakan, tausyiah dibawakan oleh KH. Tatang Sopian dari Kementrian Agama Kota Bandung.
Tausyiahnya memaparkan, bahwa hidup didunia hanya sementara dan semua yang dimiliki baik harta maupun jabatan, itu merupakan hanya titipan dan bila semua itu ditarik Allah, maka harus ikhlas dan siap.
Manfa’atkan sisa hidup dengan kebaikan sebelum datang kematian karena kematian tidak dapat ada yang tahu kapan dan tidak dapat diprediksi.
Dalam hidup harus menjauhi sifat yang selalu menceritakan aib orang lain, jauhi berburuk sangka, jangan terlalu mudah menyimpulkan berita yang belum pasti yang akan menimbulkan masalah, jangan mencari kesalahan orang lain dan jangan suka menggunjing orang lain.
Dalam sholat subuh berjama’ah itu, hadir pula Sekda Kabupaten Subang, Drs. H. Abdurakhman dan Kemenag Kabupaten Subang. (Hum/Protokol)






