
Melalui pesan WhatsAppnya, Santoso menandaskan, “Terkait statement Ketua KPUD dalam pemberitaan Peraknew, mengatakan video terkait temuan salah input suara Prabowo, yang viral tertanggal 19 April 2019, jam 09:45 WIB tersebut, bohong atau hoax. Namun, saya sabagai pemosting video itu juga di FB, bahwa di TPS 11, Kampung Ciaomas, Desa Karangmukti, Kecamatan Cipeundeuy, memang benar bukti salah input pada Situng yang ada di cerver KPUD Subang. Artinya, menurut hemat kami, KPU harus menyadari dan mengakuinya, gak perlu mencoba bela diri,” tandasnya.
Lanjut Santoso menerangkan, “Sementara kami telah temukan juga di video 20 April jam 3:45 WIB membuktikan sama, salah input juga. Kami bisa memaklumi, human eror atau faktor kelelahan, namun KPU juga harus bisa bijaksana, jangan dikatakan tidak terjadi dan tidak mengakui kesalahannya, mungkin Ketua KPU ini melihat Situng di websitenya pada malam hari, jelas data dikami jam 18:15 Situng itu sudah diganti, suara pak Prabowo yang awalnya 72, sudah kembali jadi 172 sesuai dengan C1 yang kami punya ini. Untuk itu, kami memaklumi petugas KPU, karena manusia tempatnya salah, tetapi tidak serta merta membantah begitu saja atas sebuah kebenaran,” terangnya menegaskan.
Seperti telah diberitakan Peraknew tersebut, bahwa video berdurasi 0,56 detik yang viral di Medsos itu, nampak terdengar suara percakapan seorang laki-laki dan perempuan yang tengah memperlihatkan perbandingan perolehan suara Pilpres di website KPU Subang dengan form C1 di TPS 11 Desa Karangmukti, Kecamatan Cijambe, Kab. Subang.







