oleh

Penutupan MTQ Ke-48 Tingkat Kab. Subang

SUBANG, (PERAKNEW).- Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Ke -48 Tingkat Kabupaten Subang Tahun 2018 resmi ditutup pada Sabtu malam 24 November 2018.

Penutupan dilakukan oleh Plt. Bupati Subang H. Ating Rusnatim, SE dengan dengan turut dihadiri Ketua LPTQ Kabupaten Subang Bambang Suhendar, S.IP, Kemenag Subang, unsur Forkopimda.

Kegiatan yang dipusatkan di Alun-alun Subang tersebebut memiliki tema “Wujudkan generasi Qur’ani, untuk membangun masyarakat Kabupaten Subang yang agamis berakhlakul karimah dan demokrasi”.

Acara penutupan dihadiri oleh Sekda, Ketua LPTQ, unsur Forkopimda Kabupaten Subang, Kepala Kemenag, para Kepala SKPD dan Camat Se-Kabupaten Subang.

Dalam sambutannya Ketua LPTQ Kabupaten Subang Cecep Supriatin, mengatakan penyelenggaraan MTQ berjalan dengan aman, baik dan lancar.

“Alhamdulillah semuanya berjalan lancar, kita mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyelenggaraan MTQ dan memohon maaf apabila terdapat kekurangan selama penyelenggaraan MTQ tahun ini,” katanya.

Pada kesempatan tersebut disampaikan pengumuman hasil juara MTQ Ke 48 Tingkat Kabupaten Subang. keluar sebagai juara pertama atau juara umum diraih oleh Kecamatan Kalijati, juara 2 diraih oleh Kecamatan Purwadadi sekaligus juara favorit dan juara 3 diraih oleh Kecamatan Subang sekaligus juara pembinaan.

Sedangkan untuk kategori kecamatan terbaik yang melaksanakan pawai taaruf juara 1 diraih oleh Kecamatan Pagaden Barat, juara 2 diraih oleh Kecamatan Cipeundeuy, dan juara 3 diraih oleh Kecamatan Purwadadi.

Plt. Bupati Subang dalam sambutannya berharap agar dampak pelaksanaan MTQ dapat meningkatkan semangat masyarakat untuk semakin mencintai Al-Quran dan tentu saja dengan keikhlasannya tetap menjalankan syariat keagamaan sesuai tuntutan Al-Qur’anul karim.

Kegiatan MTQ bukan sekedar tuntutan untuk melaksanakan kegiatan secara rutin tiap tahun, akan tetapi harus dapat dijadikan momentum yang tepat untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai agama Islam yang dikandungnya dan upaya kita untuk memupuk hubungan silaturahmi sesama umat, sehingga dampak dari MTQ akan bermuara kepada perubahan akhlakul karimah yang lebih baik pula.

Tantangan hidup kita kedepan akan semakin berat terutama menghadapi pengaruh dekadensi moral yang setiap harinya kian marak. Oleh karena itu kegiatan MTQ mudah-mudahan menjadi salah satu alat untuk menangkal dekadensi moral, karena kekuatan moral seseorang hanya akan terwujud dengan tingginya kualitas keimanan, ketaqwaan dan kemampuan mewujudkan tuntunan agamanya yang secara nyata sudah lengkap termuat dalam Al-Qur’an. (Humas & Protokol)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya