Pemerintah Desa Kudadepa Gelar Penyuluhan Germas LKD

oleh -8 views

TASIKMALAYA, (PERAKNEW).- Pemerintah Desa Kudadepa menggelar penyuluhan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) bagi Lembaga Kemasyarakatan Desa yang bertempat di Gedung olahraga (Gor) Desa Kudadepa, Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Jum’at (18/09/2019).

Turut hadir dalam acara penyuluhan tersebut, Camat Sukehening, Aa Khoerudin, S.IP., Sekmat, Drs. Mamat Subagja, Kepala UPT Puskesmas Sukahening, H. Aep Saripudin SKM., M.Si., Kapospol Sukahening, Aiptu Wawan Hermawan, Kepala Desa Kudadepa, Yeni Nurmala, Perangkat desa dan LKD.

Germas merupakan suatu tindakan yang sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.

Dengan tujuan; menurunkan beban penyakit, beban biaya pelayanan kesehatan, meningkatkan produktivitas penduduk, dan menekan peningkatan beban finansial masyarakat untuk pengeluaran kesehatan.

Tujuan khusus Germas adalah untuk menurunkan resiko utama penyakit menular dan tidak menular terutama kesehatan, terunama intervensi gizi 1000 hari pertama kehidupan, Memperbaiki pola konsumsi gizi seimbang seluruh keluarga, Meningkatkan aktiftas fsik teratur dan terukur yakni, Meningkatkan pola hidup sehat, Meningkatkan lingkungan sehat serta Mengurangi konsumsi rokok dan alkohol.

Kemudian melakukan aktivitas fisik, konsumsi sayur dan buah, serta memeriksa kesehatan secara rutin. Seluruh lapisan masyarakat harus terlibat dalam kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

Kepala UPT Puskesmas Sukahening, H. Aep Saripudin saat ditemui usai menghadiri kegiatan penyuluhan Germas mengatakan kepada Perak, pengobatan khusus TBC dan pengobatanya pun ini sangat spesial, “Diantaranya harus betul-betul teratur, kemudian sesuai dengan aturan yang memang sudah ditentukan dengan waktu, jenis obatnya dan harus juga di dibarengi dengan tim yang akan mendampinginya dalam pengobatannya tersebut,” katanya.

Menurut Aep, ada tim medisnya dan itu dokter yang mengarahkan, mengawasi tentang penyakit yang diderita oleh penderita tersebut serta tenaga Apoteker yang akan mengatur obat dan mengawasi obat selama pengobatan, “Di Wilayah Kecamatan Sukaning ada 7 kasus TB, yang terkena TB dari tahun 2012 sampai 2019 tersebut yang 5 orang sempat diobati tetapi karena kondisinya sudah lemah sehingga akhirnya meninggal dunia dan yang 2 orang lagi saat ini masih di obati, yang 1 orang dinyatakan sembuh,” ungkapnya.

Aep menambahkan, dengan pengobatan yang teratur Alhamdulillah bisa sembuh oleh spesialis paru dari RSHS mengatakan sudah bebas atau sudah sembuh dari penyakitnya dan pengobatan yang satu orang lagi sedang dilaksanakan pengobatan. Tiga orang yang meninggal dunia merupakan warga Desa Kudadepa tepatnya di Kampung Panunggal, “Kami dari Puskesmas Sukahening akan terus melaksanakan upaya dalam bentuk antisipasi terciptanya penularan serta memberikan satu perhatian khusus pelayanan kepada masyarakat dan kemarin tanggal 19 September 2019, kita mengadakan Puskesmas keliling terpadu, di mana kegiatan tersebut layanan secara langsung kepada masyarakat dengan melibatkan beberapa program ataupun pelayanan yang dilaksanakan di Puskesmas juga diluar gedung yaitu, dilaksanakan di lapangan,” imbuhnya.

Lanjut Aep, pemeriksaan umum, pemeriksaan ibu hamil, pemeriksaan balita pemeriksaan, lanjut Usia, pemeriksaan status gizi anak, pelacakan tentang penyebaran luasan penyakit TB yang artinya kontak-kontak serumah atau kontrak seseorang yang pernah kontak dengan penderita TB yang meninggal itu, untuk dijadikan sebagai bahan untuk diperiksa karena ditakutkan mereka juga tertular, “Insya Allah akan kami terus galakkan dan kembangkan untuk melihat perkembangan penyebarannya sehingga akan melaksanakan kegiatan-kegiatan serupa sesuai dengan nanti diatur dengan jadwal yang sudah kami buat, untuk supaya masyarakat merasa diperhatikan, merasa dilayani dalam upaya untuk pemerataan pelayanan, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya di bidang kesehatan,” tegasnya.

Selain itu, Kepala Desa Kudadepa, Yeni Nurmala mengatakan, anggaran kegiatan penyuluhan Germas tersebut, adalah dari kabupaten yang disatukan dengan insentif RT, RW dan operasional BPD yang besaranya sekitar Rp7.200.000, “Dengan dilaksanakannya kegiatan Germas, kedepanya berharap agar masyarakat bisa berpola hidup sehat dan kebetulan di Desa Kudadepa juga ditemukan penyakit-penyakit yang memang sudah kronis. Salah satu antisipasi kami memberikan penyuluhan kepada warga masyarakat terutama kemarin sudah dilaksanakan Puskesmas keliling pemeriksaan penyuluhan dan lain-lainnya tentang kesehatan,” tuturnya.

Menurut Yeni, warganya yang meninggal dunia tersebut, sebetulnya itu adalah penyakit paru-paru yang memang sudah stadium 4 kalau diklasifikasi dan penderita penyakit tersebut dulu yang bersangkutan bekerja di Jakarta lama, mungkin terbawa ke sini, jadi disini penularan-penularannya, “Alhamdulillah kalau untuk masalah membantu masyarakat, Pemerintah Desa Kudadepa selalu siap membantu baik itu dibidang kesehatan dan lainya,” pungkas Yeni. (Fauzi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *