oleh

Pemdes Rancaudik dan Masyarakatnya Gelar Ruat Bumi

PANTURA-SUBANG, (PERAKNEW).- Ruwatan bumi atau hajat bumi merupakan budaya/adat petani sunda yang mana bagian rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas berkah, selamat selama musim tanam sampai dengan hasil panen yang berlimpah, tradisi ini akan berbagai kreasi mulai dari arak-arakan sampai pada hiburan yang khusus untuk masyarakat desa setempat.

Acara adat itu dilaksanakan Pemerintah Desa Rancaudik, Kecamatan Tambakdahan, Kabupaten Subang dan masyarakatnya dengan tidak menghilangkan tradisi para leluhurnya, diawali dengan menggelar istighosah yang langsung dipimpin oleh Ketua MUI, dengan melakukan do’a bersama, mengharapkan perlindungan dari Alloh SWT dan dijauhkan dari segala bencana, khususnya yang berada di Desa Rancaudik, umumnya se-Indonesia. Menurut salah seorang anggota yang melakukan istighosah.

Sementara, Kades Rancaudik, Wahyudin mengatakan, “Saya hanya mengayomi masyarakat, apa yang diinginkan oleh masyarakat saya turuti, selama tidak membentur aturan, soal biaya insyaalloh bisa diatur,” terangnya.

Setelah melakukan Istigosah, masyarakat menggelar acara arak-arakan (sisingaan) dari kantor desa menuju lapang Bola Rajawali. Masyarakat antusias dengan menyiramkan air sepanjang jalan dan akhir dipenghubung acara dengan nonton bersama pagelaran Sandiwara Plumbon.

Dalam acara itu, turut hadir Camat Tambakdahan, Imam Suparda, Kapolsek Binong, Kasidi, S.I.P., Danramil Binong, Supriyono sampai akhir acara ruwat bumi berlangsung aman dan tertib. (Atang S)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya