oleh

PCNU Wilayah III Cirebon, Dukung Edaran Pengeras Suara

CIREBON – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-wilayah III Cirebon memberi dukungan terhadap Surat Edaran Menteri Agama RI No SE 5 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala. Hal ini ditegaskan dalam pernyataan sikap tertulis yang ditandatangani Ketua PCNU Kabupaten Cirebon KH Aziz Hakim, PCNU Kota Cirebon KH Mustofa, PCNU Kuningan KH Aminuddin, PCNU Majalengka KH Dedi Mulyadi, dan PCNU Indramayu KH Mustofa.

“Mendukung sepenuhnya SE. No. 5 tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala, karena pada intinya SE tidak ada yang merugikan umat Islam. Disamping itu SE ini pada dasarnya hanya melanjutkan dan menegaskan Intruksi Dirjen Bimas Islam No. 101 tahun 1978 tentang Tuntunan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala,” kata KH Aziz Hakim saat membacakan pernyataan sikap di Cirebon, Senin (28/2/2022).

Pihaknya juga menilai, SE ini sangat mulia jika dibaca secara seksama. Sebab menurutnya, SE Menag tersebut bukan soal larangan penggunaan pengeras suara, melainkan pengaturan demi ketenangan untuk menciptakan ketenteraman bersama.

“Sebagaimana diungkapkan dalam pendahuluan, SE ini diterbitkan dalam upaya untuk merawat persaudaraan dan harmoni sosial, serta bertujuan untuk mewujudkan ketenteraman, ketertiban dan kenyamanan bersama,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Kiai Aziz ini juga menyatakan, secara prinsipnya, SE Menag ini justru meneguhkan prinsip Islam yang rahman (penuh kasih sayang), tasamuh (toleran), tawazun (keseimbangan), dan sakinah (ketenteraman). Sehingga sudah sesuai dengan cita-cita sosial Islam dalam kehidupan umat manusia yang beragam.

Lebih dari itu, para Ketua PCNU se-wilayah III Cirebon juga menolak segala bentuk provokasi yang dapat menciptakan kegaduhan di tengah masyarakat. Bahkan, PCNU juga menolak upaya oknum yang menggiring opini seolah ada pernyataan dari Menag yang menyamakan suara azan dengan suara lainnya.

“Provokasi ini tidak berdasar dan tidak bertanggungjawab. Karena dalam kenyataannya Menag tidak sedang dalam menyamakan dan membandingkannya,” tegasnya.

“Kami menghimbau umat Islam, terutama warga NU agar tidak terprovokasi dan lebih mengutamakan sikap tabayun dan fokus pada penciptaan keadilan dan kebenaran,” tandasnya.

Facebook Comments

Berita Lainnya