BADUNG-BALI, (PERAKNEW).- Pastikan ketersediaan bahan pokok beserta kesetabilitasan harganya, Menteri Perdagangan Republik Indonesia (Mendag RI), Enggartiasto Lukita didampingi Wakil Bupati (Wabup) Badung, I Ketut Suiasa lakukan pemantauan Pasar Desa Adat Pecatu di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Jumat (25/5/18).
Kedatangan Mendag RI, Lukita itu adalah yang kedua kalinya di Bali untuk memantau pasar dimaksud. Kali ini, Lukita datang berbondong-bondong dengan para stafnya, didampingi Wabup Badung, Camat Kuta Selatan, Bendesa Adat Pecatu dan perangkat lainya, tiba di Pasar Desa Adat Pecatu pada pukul 08.00 WITA.
Usai mendampingi Lukita, Wabup Badung, I Ketut Suiasa menuturkan, bahwa tujuan utama dari kehadiran Mendag ini, adalah melakukan monitoring ketersediaan bahan baku di pasar. Utamanya bahan pokok. Pantauan ini kata dia untuk melihat langsung ketersediaan bahan pokok pada Bulan Ramadhan.
Masih menurut Suiasa, sampai saat ini harga komoditas di pasar-pasar Badung, masih dalam taraf kewajaran. Selain itu, ketersediaan komoditas masih terkendali. Dia juga mengatakan kalau Pemkab Badung terus melakukan pemantauan.
Sementara, dikatakan salah seorang pejabat asal Desa Pecatu, Kutsel, ini seperti biasanya dalam menyambut hari raya besar seperti Ramadhan dan Galungan kerap terjadi resistensi harga. Karenanya, tim penilaian inflasi daerah juga sudah mengkoordinasikan bagaimana soal ketersediaannya, distribusinya dan pengendalian harganya, “Ini sudah kami bahas. Sampai saat ini dari sisi ketersediaan cukup, distribusi tak mengalami hambatan, harga stabil. Kami bersama TPID Badung setiap minggu turun ke lapangan sampai hari raya berakhir. Kami melakukan monitoring dan evaluasi-evaluasi menyangkut ketersediaan, distribusi dan penilaian pasar,” ungkapnya.
Monitoring yang dilakukan tidak sebatas pada bahan baku, tetapi juga melakukan operasi terhadap Migas, “Jujur saja, tim migas kami pada minggu lalu berhasil mendapat upaya yang tak benar oleh oknum, mengoplos gas elpiji. Kami selalu bergerak, sehingga dengan demikian selain bahan baku, migas juga terkontrol,” pungkasnya.
Sementara itu, Mendag RI, Enggartiasto Lukita mengungkapkan, bahwa secara keseluruhan pada daerah yang dikunjunginya semuanya aman, “Pasar yang relatif ukurannya kecil saja harga bahan pokok terkendali,” ujarnya.
Dirinya juga sudah melihat kualitas beras yang disalurkan dari Bulog. Untuk kualitas medium lanjutnya secara sepintas pecahannya tak lebih dari 15 persen, “Kemarin sudah kami putuskan didalam Rakornas di Menko Perekonomian, bahwa nanti harga akan ditekan menjadi Rp8.950,-. Ini sesuai dengan arahan dari bapak presiden agar harga itu terus diturunkan,” paparnya.
Sementara itu untuk minyak goreng, gula dan bahan lainya semuanya tidak ada gejolak apapun. Dirinya mengakui kalau dalam beberapa waktu yang lalu sempat terjadi kenaikan harga telur dan ayam. Untuk menangani masalah itu dirinya memanggil para integrator yang besar yang semula dibatasi tidak masuk pasar tradisional diminta untuk menyuplai.
Lebih jauh dijelaskannya, terjadi kenaikan harga itu karena suplainya ke pasar berkurang. Suplai itu dilakukan hampir di seluruh daerah termasuk Bali. “Tadi saya cek harga ayam per kilo berkisar Rp35.000-Rp36.000. Sementara sebelumnya mencapai Rp38.000. Kami kasih patokan harga untuk di Bali Rp33.000 per kilogram. Dengan demikian dalam bulan puasa ini semua harga kami kendalikan dengan maksimal,” jelasnya.
Lanjut dia menegaskan, stok beras selama bulan puasa ini cukup. Dimana stok beras saat ini 1,2 juta ton beras impor di Bulog. Itupun baru sekitar 600.000 ton impor yang masuk, “Kami akan impor lagi sekitar 400.000 ton lagi. Keputusan ini adalah keputusan Rakor Menko Perekonomian. Rakor itu dihadiri oleh Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan dan Dirut Bulog. Beras ini diimpor dari Thailand, Vietnam, India, dan Pakistan,” pungkasnya. (Tim)







