oleh

MI As’adiyah Banua Baru Hadiahi Umroh Murid Hafal Al-Qur’an

POLMAN-SULBAR, (PERAKNEW).- Madrasah Ibtidayah (MI) As’adiyah Banua Baru yang ada di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menjadi sekolah polpuler yang diminati. Hal itu terbukti dari tahun ke tahun muridnya semakin bertambah, sehingga pernah pada tahun 2017, sekolah tersebut dibatasi pendaftarnya, karena faktor ruangan yang tidak memadai.

Alhasil, berkat musyawarah dan berkat motivasi, juga kesadaran para orang tua murid, keluarga Besar Ustadz Zainal Abidin rela mewakafkan tanahnya seluas 50 x 30 meter untuk sekolah MI tersebut. Sehingga, kini MI dimaksud bisa memiliki tambahan kelas, serta jumlah murid sekarang mencapai 425, bahkan murid-muridnya sebagian berasal dari luar Kec. Wonomulyo dengan jumlah tenaga pengajar kurang lebih 30 orang.

Menyikapi hal itu, Kepala Sekolah MI As’adiyah Banua Baru, Abdul Anas, S.Pdi., saat ditemui diruang kerjanya mengatakan, “Kami memiliki beberapa program dan program itu tidak terlepas kerjasama dengan orang tua murid, karena kami mengajarkan 55 persen pendidikan agama selebihnya itu, adalah pelajaran umum termasuk K13,” katanya.

Anas mengatakan, “Salah satu program kami adalah menghafal Al-Qur’an, jadi anak-anak yang menghafal Al-Qur’an dihadiahi untuk berangkat ke tanah suci, dimana hadiah tersebut berasal dari orang tua murid sendiri, bagi orang tua yang mampu jadi orang tua, sisipkan sebagian rizkinya untuk program tersebut dan Alhamdulillah, beberapa murid kami bias berangkat umroh atas janji orang tua murid kepada anaknya,” ujarnya.

Lanjut Anas mengatakan, sebelum proses belajar mengajar berlangsung, murid-murid diajarkan terlebih dahulu berbuat amal, “Yaitu berinfaq dan shalat Dhuha dan sebelum pelajaran dimulai, diharuskan mengaji terlebih dahulu dan sebelum pulang, murid-murid diwajibkan shalat dhuhur secara berjama’ah,” terangnya.

Dia menambahkan, setelah anak-anak dirumah yang mengawasi shalat lima waktunya, adalah orang tua murid sendiri, dibuktikan dengan laporan yang dibubuhi tanda tangan orang tua murid setiap selesai anaknya shalat.

Sementara, yang lebih membanggakannya lagi, menurut salah seorang tua murid, Sri Ramadani kepada Perak mengatakan, “Saya sangat bersyukur, bangga dan terharu melihat anak saya, meskipun baru kelas satu, tapi sudah rajin shalat Sunnah Dhuha dan berinfaq, yang lebih membanggakan lagi, kalau diwaktu sore sebelum shalat ashar, anak saya selalu menghafal Al-Qur’an dan setelah selesai shalat ashar kembali lagi lanjut menghafal Al-Qur’an. Selain itu, anak saya juga banyak tau tentang do’a- do’a, seperti do’a mau makan dan lain-lain,” tuturnya disela menjemput anaknya sekolah di MI tersebut. (Syarifuddin) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya