oleh

Lahan TPS Ditanami Padi, Sampah Pasar Impres Pamanukan Berserakan

PANTURA-SUBANG, (PERAKNEW).- Permasalahan sampah yang selalu menggunung memang harus disikapi secara serius, terutama di pasar-pasar dan di pinggiran jalan utama, hal itu terjadi di Pasar Impres Kecamatan Pamanukan (Jalur Pantura), Kabupaten Subang, napak tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) lokasi pasar tersebut, sudah sejak lama tidak pernah terlihat habis dalam waktu sehari saja.

Padahal, pertugas dan mobil truk dari Dinas Tata Ruang Permukiman dan Kebersihan (Distarkimsih) Subang setiap hari selalu membersihkan dan mengangkut sampah tersebut, ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Kab. Subang, tepatnya di Blok Panembong, Kelurahan Parung, Kec./Kab. Subang.

Faktanya, TPS yang terletak di pinggir jalan itu, selain mengganggu kesehatan di lingkungan sekitar pasar, juga mengganggu pergerakan pengendara yang melintasi jalan tersebut.

Menyikapi masalah tersebut, salah seorang petugas kebersihan yang tak mau disebut namanya mengatakan, “Sampah segini numpuk, setiap hari diangkut, jika tidak separuh sampahnya bisa menutup jalan umum ini,” ungkapnya saat tengah membersihkan dan mengangkut sampah di TPS tersebut, Minggu (30/6/2019).

Pasalnya, Pemda Subang sudah sejak lama menyediakan lahan Seluas 2 (Dua) Hektar (Ha) untuk dibangun TPS di wilayah tersebut. Namun, hingga saat ini, lahan itu masih ditanami padi oleh oknum di wilayah itu dan belum dibangun TPS.

Menanggapi pengelolaan sawah peruntukan TPS itu, dengan luas 2 Ha, sudah barang tentu setiap musimnya menghasilkan padi sekira minimal 6 (Enam) ton, jika diuangkan dengan harga Rp5.000,- per Kg, maka totalnya Rp30 Juta per musim.

Sementara, penanaman padi tersebut telah berjalan bermusim-musim. Untuk itu, dengan berlenggangnya sang penggarap menanami padi dan meraup hasil panennya dengan santai, patut diduga ada kongkalikong dengan oknum para pejabat terkait di wilayah setempat.

Bagi masyarakat setempat dan sekitarnya harap bersabar, karena hingga berita ini dimuat, Perak belum sempat konfirmasi para pajabat terkait tersebut, terutama Camat Pamanukan, Drs. M Rudi, M.M. (Atang S)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya