Kemen LH RI Buka Verifikasi Proklim Pasirhuni 

oleh -26 views

TASIKMALAYA-JABAR, (PERAKNEW).- Staf Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLH RI), Dadi Suharyadi membuka kegiatan verifikasi program kampung iklim (Proklim) Kampung Pasirhuni Desa/ Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar), di Madrasah Kampung Pasirhuni, Jum’at (12/07/19) siang. 

Turut hadir dalam acara tersebut, Pejabat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Prov. Jabar, dalam hal ini diwakili oleh
Kabid DLH Tasikmalaya, Aep, Camat Sukahening, H. Nana, UPT Puskesmas, Kusnanto, S.Sos., Penyuluh Pertanian, Babinsa, Kepala Desa Kudadepa, Yeni Nurmala, Staf Desa Kudadepa, Kader, KKN Mahasiswa Universitas Siliwangi, Alim ulama, tokoh dan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Camat Sukahening, Kusnanto menyampaikan, “Selamat datang kepada Dadi Suharyadi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Aep dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat dan Hj. Ana, Kabid Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tasikmalaya yang telah hadir dalam kegiatan verifikasi Proklim, serta merasa bangga dan suatu kehormatan bagi kami, menjadi lokasi binaan,” ujarnya.

Sambungnya, “Alhamdulillah kesadaran bergotong royong disini masih kuat dan kami terus berupaya memupuk agar budaya gotong royong ini tidak luntur, terutama berkaitan dengan program-program pembangunan yang harus memunculkan hal tersebut, tetap dipertahankan jangan sampai tergerus oleh budaya asing,” katanya.

Kecamatan Sukahening kata Kusnanto, terdiri dari 7 desa, dulu Desa Kudadepa ini merupakan desa paling ujung di wilayah kecamatan, namun karena ada perkembangan pembukaan jalan baru Ciawi – Singaparna (Cisinga) sekarang menjadi Desa Sundakerta yang terjauh jaraknya ke ibu kota Kecamatan., “Urutanya mulai dari Desa Kudadepa, Sundakerta, Kiarajangkung, Sukahening, Calingcing, Banyuresmi dan Banyurasa,” jaelasnya.

Kusnanto menambahkan, perlu disampaikan, bahwa di tahun 2018, tiga desa di wilayah Kec. Sukahening termasuk status stunting, yakni Desa Kiarajangkung, Sundakerta dan Calingcing. Terus memacu agar stunting ini minimal bisa berkurang, “Kami membentuk Satgas dan meskipun desa tersebut, tidak masuk lokus stunting tetap di sarankan untuk mengikuti dekalarasi ODF (Open Defecation Free). Deklarasi merupakan janji, bahwa sesegera mungkin harus tuntas harus bebas dari ODF buang air besar sembarangan dan tidak buang air besar ke kolam. Kecamatan Sukahening juga memiliki tanaman ramah lingkungan dengan perkumpulan kelompok tani yaitu, Gapoktan Argo mandiri dengan jenis padi organik dan buah-buahan yang tersebar ditiap-tiap desa,” imbuhnya.

Menurut Kusnanto, Kampung Pasirhuni ini menjadi kampung polybag yang sudah tersosialisasikan menanam sayuran, obat-obatan dan menanam di pekarangan, tanah luas serta pot, “Sebagai bahan untuk DLH Provinsi Jawa Barat dan intansi terkait lainya berkaitan dengan singkronisasi antar lembaga, bahwa kami menemukan sebuah perbedaan, karena masih banyaknya kandang-kandang ayam diatas kolam di sisi lain menurut Dinkes hal itu tidak baik namun menurut Dinas Pertanian mempersilahkan,” katanya.

Kata Kusnanto, “Kami mohon, karena sinergitas itu sangat penting karena disisi lain masyarakat untuk beternak ayam diatas kolam tapi arahan dari segi kesehatan tidak sesuai setandar. Hal tersebut sangat khawatir terutama terkait polusi udara apa lagi ayam broiler baunya sangat menyengat dan mohon agar ijin peternakan ayam agar benar-benar di perketat. Wilayah Kecamatan Sukahening membutuhkan bibit kayu-kayuan dan buah-buahan untuk kebutuhan setiap desa,” pungkasnya.

Sementara, Kabid DLH Kab. Tasikmalaya, Hj. Ana memaparkan, “KLH RI dalam hal ini, Dadi dan DLH Provinsi Jawa Barat, Aep akan betul tidaknya atas penilaian yang sudah disampaikan oleh DLH Kabupaten, misalnya benar tidaknya bahwa ada lubang bio kori sebayak 10, sumber mata air, tanaman di pekarangan, kelembagaan dan verifikasi wawancara lapangan yang didampingi oleh Puskesmas juga Pertanian,” paparnya.

Menurut Ana, wilayah Kabupaten Tasikmalaya mengusulkan Proklim sebayak 5 desa dan Kampung Proklim Pasirhuni Desa Kudadepa ini merupakan yang terakhir di verifikasi yang sudah diverifikasi lebih dulu yaitu, Desa Jayaguna Kec. Sodonghilir, Desa Nagewer Kec. Pagerageung, Desa Mekarsari, Kec. Kadipaten dan salah satu desa di Kec. Salawu, “Alhamdulillah disini sudah mendeklarasikan ODF, karena ini berkaitan dengan kesehatan dan ada beberapa hal yang perlu ditindak lanjuti beberapa permasalahan senergitas antar sektor ini harus singkron. Salah satu diantaranya berkaitan dengan kandang ayam diatas kolam, itu boleh-boleh saja kalau lahanya tidak ada lagi dan memang peternak ayam itu harus memiliki ijin,” katanya.

Ana menjelaskan, berkaitan dengan pengadaan bibit padi dan buah-buahan, Inssaalloh akan mengusahakan nanti sekitar dibulan September atau Oktober mendatang kalau memerlukan bibit nanti tinggal datang ke Dinas, “Berharap dengan Program Kampung Iklim ini, semuanya Cinta lingkungan (Cuaca saat ini) kalau siang gerah banget dan malam dingin banget karena memangang sekarang kondisinya adalah perubahan iklim sehingga jangan hanya pas hanya ada kegiatan Proklim saja ini berjalan tetapi harus tetap bertahan penataannya. Harus terus menerus semangat dan dari hari ke hari harus semakin baik lingkungan kita ini,” jelasnya.

Selain itu, Staf Kementerian DLH RI, Dadi Suharyadi mengapresiasi kepada Kampung Pasirhuni, karena ini merupakan salah satu prestasi masuk di Kampung Proklim dan mudah-mudahan mendapat nilai sesuai dengan yang diharapkan, “Proklim merupakan gerakan nasional yang dicanangkan oleh KLH RI untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dan para pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan ketahanan kapasitas masyarakat dalam menghadapi yang dimaksud dengan perubahan iklim dalam rangka mengurangi emisi rumahtangga dan kedepanya, mudah-mudahan mendapat apresiasi dari KLH RI juga dapat menjadi pemasukan bagi masyarakat setempat,” katanya.

Lanjut Dadi, dalam peraturan KLH RI wilayah atau desa yang telah mencapai nilai-nilai tertentukan melalui verifikasi lapangan dan saat ini bukan merpakan penilaian namun verfikasi atau pencocokan.

Kades Kudadepa, Yeni Nurmala saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Sabtu (13/07/19), sangat apresiasi atas kegiatan ini, “Berharap setelah di verifikasi dan di evaluasi, kita bisa meningkatkan kelestarian lingkungan hidup dan menjaga agar lingkungan hidup selalu sejuk, nyaman, aman da­n bersih, serta bisa menjadikan Kampung Pasirhuni, adalah Kampung pelopor sebagai Kampung iklim di desa kudadepa juga dapat membawa Kapung-Kapung yang lain menjadi Kampung binaan Proklim. pungkas Yeni. (Fauzi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *