oleh

Kecelakaan Pulang Kerja, Yani Mohon Tak Dipecat PT Taekwang

SUBANG-BANDUNG, (PERAKNEW).- Sudah selama empat bulan pasca mengalami kecelakaan, Haryani Sri Wulandari (36) Warga Desa Cimanggu, Kecamatan Pamanukan Hilir, Kabupaten Subang tetap menjalani berobat jalan ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Hasan Sadikin (HS) di Bandung dan kini singgah di Rumah Singgah Pasien Subang di Bandung dan kondisinya masih terbaring di tempat tidur dan tidak bisa duduk apalagi berjalan.

Kecelakaan Pulang Kerja,
Yani Mohon Tak Dipecat PT Taekwang

Haryani merupakan seorang Karyawati PT Taekwang alami kecelakaan saat berada di dalam Mobil Granmax/ Mobil jemputan PT Taekwang dalam perjalanan pulang.

Mobil yang ditumpanginya tersebut, ditabrak Mobil Box oleng dari arah berlawanan, tepatnya di Jalan Play Oper Cilameri, Kec. Pagaden, Kab. Subang pada tanggal 16 April 2019 lalu, sekitar pukul 18:00 WIB.

Menurut Yani, saat diwawancarai Perak, Sabtu (3/8/2019) mengatakan, bahwa kejadian saat itu mengakibatkan dirinya luka parah dan patah tulang dibagian pinggulnya.

Selain dirinya, ada 3 orang teman kerjanya dalam mobil tersebut, kala itu, semua korban dilarikan ke Puskesmas Pagaden untuk penanganan pertama dan kini Yani sedang menjalani pemeriksaan lanjutan dan terapi di Ruang Ortopedi dan Bedah Syaraf di RSHS Bandung.

Perjuangan Yani dan keluarga sudah 4 bulan lamanya berupaya berobat kesana kemari, karena ingin sembuh dan bisa berjalan dan sembuh seperti sedia kala. Namun, hingga hari ini, walau sudah dioperasi dua kali, pada Bulan Mei 2019 yang lalu, tetapi masih belum bisa duduk bahkan tidurpun harus berbaring lurus.

Lanjut Yani mengeluhkan, bahwa tidak ada bantuan pengobatan dari PT Taekwang, “Kalau bukan hasil iuran teman-teman satu len, sampai sekarang tidak ada yang menjenguk dan hanya menggunakan BPJS tenaga kerja, sedangkan pengeluaran sehari-hari dari mulai pertama berobat hingga kini, sudah mengeluarkan biaya lebih dari Rp30 juta dan penggantian yang didapat dari si penabrak hanya Rp7,5 juta saat itu dan karena sudah tidak mampu ngontrak, kini tinggal di Rumah Singgah Subang di Bandung satu bulan lamanya,” ungkapnya.

Sementara, menurut keluarga Yani, bahwa pimpinan tempat Yani bekerja tidak ada perhatiannya, seperti Lider dan Superpisornya, padahal Yani sudah 2 tahun lebih bekerja di PT Taekwang, bagian Stiching grup 3d pur, sejak Bulan Januari 2107.

Adapun keluhannya, Yani merasa keberatan terhadap PT Taekwang, karena hanya dikasih cuti untuk berobat selama 4 bulan saja dan harus selalu perpanjang cuti pengobatan setiap bulannya, sedangkan kondisinya belum memungkinkan.

Yani juga menjelaskan, bahwa Dokter Klinik Taekwang, dr. Andrian dan Bagian BPJS PT Taekwang, Jeri akan berupaya membantu apabila ada hal yang harus dilakukan dengan kebijakan PT Taekwang.

Atas hal itu, Haryani berharap kepada Pimipnan PT Taekwang, “Jangan keluarkan saya dari Taekwang, karena saya sudah bekerja sebagai karyawan tetap dan kejadian kecelakaan itu pun terjadi saat pulang kerja,” ungkap memohon. Pepen

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya