Juliadi Keluhkan Denda Tunggakan Setoran BPJS Polman

oleh

POLMAN-SULBAR, (PERAKNEW).- Seorang pasien rawat inap di RSUD Polewali Mandar (Polman), Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), bernama Juliadi mengeluhkan setoran bulanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang nunggak. Pasalnya ia harus membayar sesuai jumlah total angsuran tunggakannya sebesar Rp3.700.000,- (Tiga juta tujuh ratus ribu rupiah) di Kantor Pos Wonomulyo.

Juliadi dirawat di RSUD itu sudah selama enam hari akibat jatuh, sehingga lututnya sakit dan harus dioperasi. Setelah membayar tunggakan, berharap tidak ada lagi yang harus dibayar ke BPJS. Namun, nyatanya masih ada setoran ke BPJS yang harus kembali dibayar saat itu juga, senilai Rp2.700.000,- (Dua juta tujuh ratus ribu rupiah).

Menyikapi hal itu, Juliadi merasa heran dan mengungkapkan pengalaman pahitnya tersebut kepada Perak, “Pada saat saya mendaftar sebagai peserta BPJS dikantor Cabang Polewali, tidak ada penjelasan seperti itu, tidak ada istilah denda, tapi kenapa sekarang ada,” ungkapnya dengan nada kesal.

Ditempat terpisah, salah seorang pegawai BPJS Cabang Polman, Rani di kantornya mengatakan, “Kami dari pihak BPJS sudah berbagai cara untuk mensosialisasikan BPJS kepada masyarakat agar masyarakat tahu dan paham betapa pentingnya BPJS. Jadi terkait apa yang dikenakan Juliadi itu, adalah denda pelayanan, karena Juliadi adalah pasien rawat inap, seandainya tidak dirawat inap, dia pasien rawat jalan, tentu tidak dikenakan denda pelayanan,” katanya.

Selanjutnya Rani menunjukan peraturan tentang BPJS, “Ini peraturan tentang denda yang berdasarkan peraturan presiden no 29 tahun 2016 pasal 17 A.1, bahwa denda hanya berlaku bagi peserta yang memperoleh pelayanan rawat inap dalam waktu 45 hari sejak status kepesertaannya aktif kembali, yakni sebesar 2,5 persen dari biaya pelayanan kesehatan rawat inap X lama bulan tertunda. Selain itu, kepada peserta BPJS agar memperhatikan dan rutin membayar iuran BPJSnya, jangan nanti ada masalah baru sibuk cari kartu BPJSnya,” dalihnya. Sbr

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *