CIASEM-SUBANG, (PERAKNEW).- Musyawarah tahunan atau Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) bertujuan merencanakan pembangunan-pembangunan yang akan direalisasikan ditahun depan, wajib secara rutin setiap satu tahun sekali dilaksanakan dalam hal ini oleh pemerintahan kecamatan.

Kali ini, Jum’at 10 Februari 2017 Pemerintahan Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang melakukan Musrenbang di gedung aulanya dan memprioritaskan rencana pembangunan Gor Multi Fungsi (GMF) yang sudah sejak lama diinginkan.

Seperti diungkapkan oleh Sekretaris Camat (Sekmat) Ciasem, Casmita mewakili Camatnya, Ubi Kartubi diruang kerjanya usai meminpin Musrenbang tersebut, “Terus terang dipagu anggaran kewilayahan dalam Musrenbang ini sudah sejak lama kami menginginkan pembangunan Gor Multi Fungsi, sehingga selain untuk olah raga, bisa difungsikan untuk kegiatan lainnya, agar mampu melebarkan program, tadi dalam sambutan pak camat juga disampaikan mengenai pembangunan gor tersebut, alasannya kecamatana ini sebagai miniatur dari desa ke kecamatan.

Perlu diketahui pula, setiap pelaksanaan pemilu, yang namanya kotak suara Ciasem luar biasa, karena penduduknya banyak, sementara aula sudah tidak memadai, mengenai nilai anggarannya kurang lebih Rp.700.000.000,- (tujuh ratus juta rupiah), tapi tidak cukup, dari hitung-hitungan rekan-rekan yang paham bangunan mencapai Rp. 1.000.000.000,- (satu milyar rupiah),

“Nanti kita upayakan lagi ke Pemda, rencananya bangunan akan didirikan dibelakang kantor kecamatan, cukup luas, dari pada jadi tempat sampah mending untuk bangunan yang bermanfaat bagi kita bersama itu, tolong kepada Masyarakat Ciasem dan teman-teman semua dukung dan bantu kami agar pembangunan Gor Multi Fungsi ini terlaksana,” ungkapnya.

Lebih jelas Casmita mengatakan bahwa program yang diplurkan dalam Musrenbang tersebut ada tiga bidang, kesimpulannya, Musrenbang dilaksanakan berdasarkan paduan, pedoman dan petunjuk dari Badan Perencanaan Pembanguanan Penelitan dan Pengembangan Daerah (BP4D).

“Alhamdulilah berjalan lancar, tadi saya plurkan untuk tiga bidang, bidang fisik, Sosbud dan Ekonomi, presentase pagu anggaran kewilayahannya dari bupati dan bapeda senilai Rp. 3.000.000.000,- (tiga milyar rupiah), hasilnya kebanyakan fisik senilai 90% (Sembilan puluh persen), karena jalan desa ataupun lingkungan parah, belum tergarap oleh Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD) dan BKUD, sisanya di bidang Sosbud dan Ekonomi masing-masing senilai 5% (lima persen), karena terkendala banyak lembaga belum berbadan hukum, kamipun memberikan pemahaman bahwa, fisik ada jalan desa, kabupaten, provinsi dan negara, harapan kami, hasil musrenbang ini dikhawal sampai ke tingkat kabupaten, tapi saya apresiasi, karena sekarang bisa masuk data base, data aflikasi, bisa dikontrol secara online, terbuka mulai tahun sekarang,” tutupnya. Hendra/Anen/Rohman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here