PERAKNEW.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi terus mendorong penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Wirausaha Baru (WUB) UMKM Naik Kelas, Kemitraan Bisnis, dan Temu Usaha Tahun 2025 yang diselenggarakan di Cimahi Technopark.
Kegiatan ini diikuti oleh 260 peserta, yang terdiri dari 150 Wirausaha Baru (WUB) dan 110 pelaku UMKM Naik Kelas. Selain mendapatkan pelatihan dan pendampingan, para peserta juga memperoleh berbagai fasilitasi strategis, antara lain sertifikasi halal reguler dan self declare bagi 236 pelaku usaha, fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk 50 pelaku usaha, serta fasilitasi desain label kemasan dan media sosial bagi 50 pelaku usaha.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana menyampaikan, bahwa saat ini terdapat sekitar 5.000 hingga 6.000 UMKM yang menjadi binaan Disdagkoperin Kota Cimahi. Keberadaan UMKM tersebut menjadi kekuatan utama perekonomian daerah, mengingat Kota Cimahi tidak memiliki sumber daya alam, namun memiliki sumber daya manusia yang kreatif dan produktif.
“UMKM di Kota Cimahi ini adalah salah satu support ekonomi bagi masyarakat yang mana Kota Cimahi tidak punya sumber daya alam, tetapi kita punya sumber daya manusia. Hal ini dibuktikan dengan UMKM yang terus tumbuh dan naik kelas dari segala penjuru di wilayah Cimahi,” ujar Ngatiyana.
Ngatiyana menjelaskan, UMKM di Kota Cimahi berkembang di berbagai sektor, mulai dari kuliner, tata busana, hingga kerajinan. Pertumbuhan tersebut tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam menyerap tenaga kerja dan menekan angka pengangguran.
Baca Juga : Tekan Angka Kemiskinan Pemkot Cimahi Susun Langkah Terintegrasi
“Alhamdulillah, UMKM ini bukan hanya meningkatkan ekonomi masyarakat, tetapi juga menyerap tenaga kerja. Ini menjadi salah satu solusi untuk mengurangi pengangguran di Kota Cimahi,” ungkapnya.
Menurut Ngatiyana, keberhasilan pengembangan UMKM tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk dunia pendidikan seperti SMK, dinilai mampu melahirkan pelaku UMKM muda yang kreatif dan inovatif di berbagai wilayah, seperti Citeureup, Cibeber, dan kawasan lainnya di Kota Cimahi.
“Anak-anak muda kita, termasuk dari SMK, ternyata sangat kreatif. Potensi-potensi inilah yang harus terus kita gali untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, meskipun kita tidak memiliki sumber daya alam,” katanya.
Terkait produk unggulan, Ngatiyana menyebutkan bahwa selain sektor kuliner, UMKM Cimahi juga memiliki potensi besar di bidang kerajinan. Beberapa produk bahkan telah menembus pasar ekspor, didukung dengan kemudahan perizinan, pendampingan kemasan, serta fasilitasi akses ekspor oleh pemerintah daerah, “Produk unggulan Cimahi selain kuliner adalah kerajinan, termasuk batik khas Cimahi dengan motif lokal,” ujarnya.
Baca Juga : Bela Negara Di Era Siber, Persatuan Bangsa Jadi Kunci
Selain itu, pengembangan produk ecoprint juga mulai dilakukan dan telah memasuki tahap produksi. Program tersebut melibatkan generasi muda dari perguruan tinggi dan sekolah kejuruan sebagai upaya menyiapkan wirausaha baru yang berkelanjutan, “Ecoprint sudah mulai diproduksi dan melibatkan anak-anak muda. Ini menjadi investasi jangka panjang untuk melahirkan UMKM yang lebih maju ke depan,” jelasnya. (Harold)







