PERAKNEW.com – Tim Satgas Pemberantasan Korupsi Forum Masyarakat Peduli Jawa Barat (FMP Jabar) yang langsung dikomandoi oleh Abah Betmen turut berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa bersama sejumlah Aktivis Nasional lainnya yang menamakan diri Gerakan Lintas Aliansi Adili Koruptor (Gladiator) dengan mengusung tuntutan ” Adili Jokowi”, di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, pada Kamis (2/10/25).
Sejumlah aktivis Nasional tersebut, diantaranya mengatasnamakan Pegiat Demokrasi, Hukum, Sosial Politik dan Hak Asasi Manusia (HAM) dengan jumlah masa diperkirakan mencapai 1.000 orang lebih.
Nampak para Aktivis Nasional secara bergiliran berorasi, diantaranya, Laksamana TNI (Purn) Slamet Soebijanto mantan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Ruslan Buton mantan Anggota TNI AD, Roy Suryo mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Irjen Pol Purn Napoleon Bonaparte, Mayjen Purn Soenarko, Brigjen Purn H Purnomo, Dr Marwan Batu Bara, A. Khozinudin, SH, Dr M. Said Didu, Beathor Suryadi, Edy Mulyadi, Kol Purn Sugeng Waras, Jalih Pitoeng, Bunda Merry serta sederet aktivis lain, mahasiswa, seniman, hingga jawara dari Banten dan Subang.
Massa aksi datang membawa spanduk, poster dan bendera seraya menyerukan tuntutan melalui orasi dari mobil komando.
Dalam orasinya, para demonstran mendesak KPK untuk segera memanggil dan memeriksa Jokowi (Mantan Presiden RI) atas dugaan penggunaan institusi negara demi kepentingan politik pribadi dan keluarga. Selain menuntut pemeriksaan terhadap Jokowi, massa juga mendesak audit kekayaan keluarga Jokowi, serta memakzulkan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka (Anak Jokowi), yang mereka nilai sebagai bentuk nyata politik dinasti.
Baca Juga : Disdukcapil Kota Cimahi Deklarasi ASN berAKHLAK
“Kami datang dari berbagai kota, dari Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Banten dan lainnya. Tuntutan kami jelas: tangkap dan adili Jokowi” teriak salah satu orator dari atas mobil komando.
Disamping itu, tujuan kedatangan itu juga adalah mendukung atau memback-up pemerintahan Presiden Prabowo agar tidak ragu-ragu dan tebang pilih dalam memberantasan korupsi. (HenGun)






