oleh

Dikonfirmasi Wartawan, Mantaf! Kabid Distan tak Takut Pers/Aktivis/Politisi Ujungnya Minta Proyek

BANYUWANGI-JATIM, (PERAKNEW).- Lagi-lagi, ungkapan dan perkataan yang tidak menyenangkan terlontar dari mulut sang pejabat publik kepada salah satu wartawan senior di Banyuwangi, berinisial (IR). Diduga ungkapan tidak menyenangkan itu dilontarkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Dinas Pertanian, berinisial (IL), melalui messenger handponenya.

“Saya komunikasi sama beliau, melalui messenger, saya tidak bercanda, saya menanyakan anggaran-anggaran yang sepatutnya masyarakat Banyuwangi tau dan juga merasakan apa yang sudah diturunkan oleh pemerintah Banyuwangi,” ungkap IR.

Lanjutnya, “Saya tidak mungkin memberitakan tanpa adanya konfirmasi atau bukti yang sudah saya miliki,” tandasnya.

Berikut ini ucapan tidak menyenangkan tersebut dari IL melalui messenger IR yang ditunjukan oleh IR kepada Perak belum lama ini, “Saya tidak enjoy jadi pejabat dan pengen membesarkan usaha pertanian pribadi, saya siap dicopot atau tidak jadi pejabat dan saya malas berurusan dengan Pers, Aktivis dan Politisi yang ujung-ujungnya proyek. Saya tidak hanya takut KPK, tapi paling takut sama tuhan. Saya dulu aktivis, pers itu profesional, tidak-maaf, seperti kebanyakan sekarang ini,” ujar IL via messenger.

Menyikapi hal itu, Perak coba mintai keterangan IL melalui WhatsApp handponenya. Namun, IL menjawab berbentuk unggahan berita online terkait perkataan tidak menyenangkan tersebut, pada Tanggal 18 Maret 2018.

Atas pemberitaan Media Oline itu, IL akan mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum, sekaligus mengadu ke Dewan Pers. “Jalur hukum sengaja dijadikan pilihan, jalan keluar, lantaran kasus ini dianggap bukanlah kasus pers. Kenapa? Karena ketika dikroscek melalui web resmi Dewan Pers, dewanpers.or.id, nama media online tersebut tidak ada,” tutur IL.

Masih kata IL, “Karena saya anggap sebagai teman sekaligus sahabat, seperti kawan-kawan jurnalis lainnya, saya pernah bercanda via chat Facebook. Artinya, kan ini bukan kasus pers, ini murni pencemaran nama baik,” tegas IL berencana melaporkan pemberitaan Media Online Berita Lima. Leo

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya