oleh

Diduga Irda Subang Hambat Penyidikan Korupsi Desa Mayangan

PANTURA-SUBANG, (PERAKNEW).- Tindak lanjut penyelidikan atau pengumpulan bukti-bukti dan keterangan dalam kasus dugaan korupsi Desa Mayangan, Kecamatan Legonkulon, Kabupaten Subang sudah dilakukan oleh pihak Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Subang, bahkan pihaknya sudah siap expos menaikan tahapan penanganannya ke tahap penyidikan.

Namun, hal itu terhambat oleh kinerja Inpekstorat Daerah (Irda) Subang dalam melakukan audit investigasi atas kasus tersebut. Padahal, sudah sejak beberapa bulan lalu, pihak penyidik Tipikor melakukan permohonan hasil audit dimaksud, tapi hingga kini belum kunjung menyerahkan hasil auditnya itu.

Demikian hasil konfirmasi Perak dengan Kanit Tipikor Polres Subang, Ipda Donny Kustiawan, di ruang kerjanya, Selasa (29/10/19, “Untuk perkara Desa Mayangan, dari kami tinggal expos, asal ada hasil audit dari Irda, sampai saat ini belum. Silahkan tanyakan langsung ke Irda,” ungkapnya.

Menyikapi hal itu, bahwa patut diduga pihak Irda Subang secara sengaja mengulur-ngulur waktu alias menghambat proses kasus korupsi desa tersebut.

Seperti telah diberitakan Perak di edisi sebelumnya, Koordinator Komunitas Anak Muda Peduli Anti Korupsi (KAMPAK), Asep Sumarna Toha melalui WhatsApp mengatakan, “Irda Subang tukang ngibul,” tandasnya.

Aktivis yang akrab disapa Abah Betmen yang juga sebagai Ketum LSM Forum Masyarakat Peduli (FMP) ini, bisa menyebut Irda dengan sebutan itu, berkaca pada momen aksi Unrasnya yang dilakukan pada Hari Kamis, tanggal 19 September 2019 lalu, di depan Kantor Irda Subang yang ditemui pejabat perwakilan Kepala Irda Subang, “Hingga saat ini tidak ada kabar apapun dari pihak Irda, padahal mereka dihadapan massa dan disaksikan aparat dari kepolisian menjanjikan akan menghubungi kami Seninnya untuk mengabari kapan waktunya audien membahas hasil audit Investigasi terhadap desa-desa yang terindikasi korupsi,” tandasnya.

Diduga, di Desa Mayangan tersebut, telah terjadi tindak pidana korupsi anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) dan DD tahun 2018 dan kini Kades Mayangan sudah mengalami pergantian karena habis masa jabatananya, dari kades Haerudin ke Wiharta sebagai Pjs Kades Mayangan. (Hendra)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya