Astaga…! Kabid di Disparpora Subang Jadi Pencuri

oleh
Kabid Disparpora Subang Jawa Barat

Kabid Disparpora Subang Jawa BaratAstaga…! Kabid di Disparpora Subang Jadi Pencuri

SUBANG , (PERAKNEW).- Status sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahrga (Disparpora) di Kabupaten Subang sebagai Kepala Bidang Promosi Pariwisata tidak mengurungkan sikapnya untuk mengambil hak yang bukan miliknya. Tidak disangka jabatan sekelas Kabid PNS yang sudah mendapakan gaji layak tetapi berprilaku seperti orang yang serba kekurangan.

Sebut saja Subardi Yudha, ia mencuri emas sebesar 25 gram milik Kepala Desa Pangsor Kecamatan Pagaden Kabupaten Subang Nining.
Kejadian tersebut berawal dari Yudha yang bersiraturahmi ke rumah kades yang notabene sebagai temannya. Kebetulan pada saat itu kades sedang tidak ada di rumah namun Yudha berani masuk rumah dan mengambil emas tersebut dan langsung menjualnya ke toko emas yang ada di Pagaden.

Pada saat ditanya tentang sertifikat emas oleh pemilik toko, Yudha mengaku tidak memegangnya. Pemilik toko pun enggan membelinya. Akhirnya Yudha pun membawa kembali emas tersebut dan belum diketahui dibawa kemana. Secara bersamaan pemilk emas pada waktu itu langsung melaporkannya ke polisi.

Menurut keterangan Kapolsek Pagaden Komiasris Polisi Sirat Harsono bhawa kasus tersebut kini masih dalam penyelidikan unit Reskrim Polsek Pagaden. “Ya masih itu sedang penyelidikan,” ungkapnya kepada Perak.

Bukan hanya itu, baru-baru ini juga terjadi peristiwa serupa dengan dugaan pelaku yang sama, dimana saat Yudha bersilaturahmi ke rumah Yoni yang beralamat di Kp Lampang Kelurahan Parung Kecamatan Subang. Bedanya, pada saat itu Yoni sedang berada di rumah. Dikarenakan Yudha datang dan harus menjamunya, Yoni pergi ke warung untuk membeli kopi. Sesampai di warung dan hendak kembali ke rumah malah hujan turun. Yoni pun terpaksa harus menunggu hujan reda,

Setelah hujan reda, Yoni pulang ke rumah  dan menemukan Yudha tidak lagi berada di rumahnya.  Yoni berfikir mungkin Yudha sudah pulang karena ditinggal lama. Saat hendak ke kamarnya, betapa kagetnya Yoni melihat kamar dan lemarinya terlihat acak- acakan dan amburadul.

Tas yang berisi surat-surat penting milik Yoni pun hilang dan HP nya pun raib. Yoni tidak mengarah pelakunya kepada siapapun karena tidak ada orang di rumah selain Yudha. Tidak pakai lama, Yoni pun bergegas ke rumahnya Yudha  dan dengan emosinya Yoni menanyakan kepada Yudha perihal surat dan hp, tapi Yudha tidak mengakuinya. Namun, anehnya setelah Yoni bergegas mau pulang, Yudha mengatakan dengan bahasa Sunda, “Ah poho meren dina mobil (Ah lupa mungkin di mobil). Dengan marahnya Yoni mengecek keberadaan tas miliknya dan setelah diperiksa surat-surat pentingnya hilang tidak ada.

Atas kejadian ini diharapkan Bupati Subang segera mengambil sikap tegas dengan mencopot Yudha d ari jabatannya Karena sudah mencoreng nama baik korp Aparat Sipil Negara (ASN).

(Adih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *