oleh

Angin Puting Beliung Terjang Sejumlah Rumah di Mayangan

PANTURA-SUBANG, (PERAKNEW).- Sulit untuk memprediksi situasi dan kondisi alam, nyatanya seperti diketahui, bahwa kejadian demi kejadian bencana alam datang silih berganti di Bumi NKRI tercinta. Kali ini, bencana angina putting beliung terjadi menerjang sejumlah rumah di Permukiman Warga Desa Mayangan, Kecamatan Legonkulon, Kabupaten Subang, pada Rabu sore, 2 Januari 2019.

Terdapat 18 rumah yang rusak akibat terjangan angin putting beliung tersebut, terutama genteng rumah warga yang rusak  dan satu rumah rusak parah hingga roboh di lokasi RT 4, Desa Mayangan.

Sementara, pasca bencana alam itu, Kepala Desa Mayangan, Herudin mengatakan, “Alhamdulillah, sudah ada bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Subang berupa beras dan terpal, juga tidak melupakan bantuan dari ibu-ibu TNI, berupa mie instan dan bantuan itu langsung diterima oleh mereka khususnya yang menjadi korban angin putting beliung, serta kami dari pemerintah desa akan menganggarkan dana untuk pasca bencana ini, bersumber dari anggaran dana desa, supaya mereka yang memperbaiki rumahnya dari hasil pinjaman dari manapun bisa ringan untuk membayar, sebab kalau untuk sekarang, pemerintah desa tidak ada anggaran atau simpanan uang keperuntukan itu, hanya saya mengaharapkan ke semua warga, mari kita gotong royong untuk membantu perbaikan rumah tetangga yang jadi korban bencana ini,” ungkap Herudin di kediamanya.

Di lokasi kejadian, sudah nampak hadir juga untuk monitoring, yaitu Kapolres dan Dandim Subang beserta para anggotanya membantu warga merapihkan puing-puing sisa bencana.

Atas kejadian tersebut sejumlah warga mengalami kerugian yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah, sehingga sangat mengharapkan sumbangan. Seperti diungkapkan salah satu warga korban bencana, “Yang utama, kami harapkan bantuanya dari pemerintah, adalah matrial bangunan asbes atau genteng, karena dipastikan hujan akan turun lagi, lalu bagaimana dengan genteng yang pada terbang dan pecah,” ungkapnya berduka.

Adapun dalam pembersihan puing-puing bahan material bangunan rumah yang berserakan terkena bencana itu, seluruh warga setempat melakukannya secara gotong royong bersama TNI dan Polri dengan alat seadanya. (Atang S)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya