PERAKNEW.com – Sungguh memprihatinkan, Suherman dan Istri bernama Uwo Keluarga Kurang Mampu, Warga Blok Kampung Karang Asem – Dusun Kaliaren, Desa Sukamandijaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, Rumah satu-satunya miliknya, Ludes dilalap si Jago Merah atau Terbakar Api, pada Senin sore sekira pukul 16:00 WIB, 10 November 2025.
Api yang melalap rumah Suherman tersebut, berhasil dipadamkan oleh puluhan warga setempat yang bergerak cepat berjibaku mengambil air di saluran didekatnya menggunakan alat seadanya, tanpa bantuan Tim Petugas Pemadam Kebakaran dari pemerintah.
Belum diketahui jelas penyebab kebakaran ini, karena rumah dalam keadaan kosong, Suherman dan istrinya sedang bekerja di ladang milik orang lain.
Menurut keterangan salah seorang warga yang turut membantu pemadaman kebakaran tersebut, Nasim, selaku Anggota Paguyuban Pemuda Karang Asem, anak ranting dari LSM Forum Masyarakat Peduli Provinsi Jawa Barat (FMP Jabar), kepada Perak menjelaskan, bahwa Kebakaran terjadi jam 16 Sore dan penyebabnya diduga dari Konsleting Listrik.
Baca Juga : Rutinitas Desa Pasir Muncang Gelar Tawasul dan Doa Bersama
Sementara, Suherman, Pemilik Rumah menyebutkan, bahwa atas musibah kebakaran yang menimpa rumah satu-satunya itu, dirinya mengalami kerugian materil mencapai Puluhan Juta rupiah.
Lanjut Suherman mengungkapkan, bahwa pasca dari kejadian kebakaran rumahnya, dari pihak Aparatur Pemerintah Desa Sukamandijaya yang sudah nampak datang berkunjung ke lokasi kebakaran, baru saja staf desa bernama Witno dan Kepala Dusun Kaliaren, beserta para ketua RT dan RW dusunnya. Sementara, kepala desanya, yakni Kepala Desa Sukamandijaya, Hj Ernawati belum sempat berkunjung ke lokasi.
Sama halnya dengan salah seorang Anggota DPRD Subang dari Fraksi PKS, yakni Yoan Anandar Reppangga yang diketahui kediaman atau rumahnya satu kampung dengan Suherman ini, yang juga merupakan anak dari Kepala Desa Sukamandijaya, belum sempat berkunjung.
Baca Juga : Bupati Lamtim Ajak Kader NU Perkuat Ukhuwah Islamiyah & Waspadai Radikalisme
Namun, Suherman tetap legowo atau ikhlas dan lapang dada menerima musibah itu, hanya berharap kepada pemerintah, baik kepada pemerintah setempat maupun pusat, berkenan membantu baik berbentuk materil ataupun dukungannya, untuk membangun kembali rumahnya yang kebakaran itu. (Galang)










