Warga Desa Tanjungwangi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang Belajar Saemaul Undong di Korea Selatan

oleh -25 views
Warga Desa Tanjungwangi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang Belajar Saemaul Undong di Korea Selatan

SUBANG, (PERAKNEW).- Provinsi Gyeongsangbuk-do, Korea Selatan melalui Saemaul Globalization Foundation rutin menyelenggarakan pelatihan saemaul undong di Korea Selatan. Kabupaten Subang, Jawa Barat yang memiliki hubungan sister city dengan Kota Gimcheon, Gyeongsangbuk-do Korea Selatan pada tahun ini berkesempatan untuk mengirimkan perwakilan warga desa dan ASN di dinas Kabupaten Subang. Sebanyak 24 perwakilan yang terdiri dari Warga Desa Tanjungwangi; desa yang menjadi lokasi pelaksanaan Program Pembangunan Desa Percontohan Saemaul, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Perikanan Kabupaten Subang bertolak ke Korea Selatan untuk mengikuti pelatihan di Hwarang Village, Kota Gyeongju, Gyeongsangbuk-do sejak tanggal 8 Juni dan dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 19 Juni 2019.

Peserta akan diberi pengetahuan terkait kegiatan pemberdayaan masyarakat dan saemaul undong atau gerakan Desa Baru yang dilaksanakan di Korea Selatan sekitar tahun 1970-an dan menjadi salah satu faktor keberhasilan Korea Selatan dalam mengubah keadaan negaranya dari negara miskin menjadi negara maju seperti sekarang.

Acara pelatihan dibuka pada tanggal 10 Juni 2019 oleh presiden direktur Saemaul Globalization Foundation. Dalam sambutannya, Mr. Chang Dong Hee berpesan agar pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan bisa bermanfaat bagi para peserta untuk mengembangkan kegiatan pemberdayaan masyarakat di wilayahnya. Sebelum pelatihan dimulai, peserta diajak mendalami cara bermusyawarah atau diskusi untuk menyelesaikan permasalahan di desa. Selama kurang lebih 10 hari, peserta diajak untuk mengenal lebih dekat saemaul undong serta teknis pelaksanaan program usaha bersama di desa.

Lewat program saemaul undong, pemerintah dulunya memberikan stimulan bantuan pembangunan desa berupa semen 300 sak yang kemudian oleh desa digunakan untuk membangun fasilitas umum.

Dahulu tokoh saemaul undong pun mengalami banyak kesulitan untuk menggerakkan masyarakat, namun karena kegigihan mereka pembangunan di desanya bisa terwujud. Salah satu faktor keberhasilan Saemaul undong adalah program ini menekankan semangat berkompetisi antar desa dalam pembangunan. Semangat berkompetisi dalam hal positif ini layak ditiru oleh bangsa Indonesia.

Lewat program Pembangunan Desa Percontohan Saemaul, saat ini Saemaul Globalization Foundation bersama Desa Tanjungwangi dan Pemerintah Kabupaten Subang tengah mengembangkan program bank sampah dan pembuatan rumah produksi pakan ikan. Oleh karena itu, dalam pelatihan kali ini juga disampaikan materi yang berkaitan dengan pakan ikan dari mulai mesin produksi hingga cara mengetes bahan baku yang berkualitas. Diharapkan Desa Tanjungwangi bisa membuat pakan ikan mandiri yang bermutu tinggi namun harganya murah.

Untuk program bank sampah, peserta diberikan informasi seputar manajemen sampah di Korea Selatan. Di Korea Selatan, saat ini sudah ada aturan warga harus membeli plastik untuk membuang sampah yang sudah dipilah dengan sangat detail dari plastik, kaleng, kertas dan sampah sisa. Tarif pembelian plastic ini berbeda tergantung kebijakan masing-masing kota atau kabupaten. Uang pembelian plastik ini digunakan untuk kegiatan operasional pengangkutan sampah di masing-masing kota atau kabupaten.

Dengan adanya pelatihan di dalam kelas serta kunjungan lapangan ke beberapa lokasi yang ada kaitannya dengan Program Pembangunan Desa Percontohan Saemaul Tanjungwangi,  masyarakat Desa Tanjungwangi dan Pemerintah Daerah Subang diharapkan memperoleh inspirasi dan lebih termotivasi dalam memajukan daerahnya. (Hum)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *