PERAKNEW.com – Puluhan warga Desa Cidempet, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu, yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Cidempet (GAMACI) menggelar aksi damai di depan kantor desa pada Rabu (22/10/2025). Dalam aksi tersebut, warga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah desa terkait dugaan hilangnya aset desa dan dugaan adanya pungutan liar pada program PTSL, serta kurangnya transparansi penggunaan dana desa, dan hilang 4 ekor sapi serta 17 ekor kambing.
Koordinator aksi, GAMACI, menyampaikan bahwa aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian warga terhadap jalannya pemerintahan desa agar lebih terbuka dan bertanggung jawab kepada masyarakat.
“Kami hanya ingin kejelasan. Aset desa harus dijelaskan, dana desa harus transparan, dan program PTSL jangan dijadikan ajang pungutan. Semua ini demi kebaikan bersama,” ujar salah satu perwakilan GAMACI saat berorasi di lokasi aksi.
Dalam tuntutannya, massa meminta pemerintah desa segera menjelaskan dan menelusuri aset desa yang hilang. Warga menegaskan seluruh aset desa harus dicatat, dilindungi, dan dimanfaatkan untuk kepentingan publik sesuai Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa serta Permendagri Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Aset Desa.
Baca Juga : Tasyakuran Milad Media Perak ke-17 Santuni Anak Yatim dan Dhuafa di Garut
Selain itu, warga juga menolak adanya pungutan liar (pungli) dalam pelaksanaan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang seharusnya digratiskan. Mereka meminta agar setiap pungutan di luar ketentuan segera dikembalikan dan pihak terkait bertanggung jawab sesuai peraturan yang berlaku.
Tidak hanya itu, warga juga mendesak transparansi penggunaan dana desa. Mereka meminta agar seluruh kegiatan dan laporan keuangan desa dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat.
“Kami ingin laporan dana desa disampaikan secara rutin dan terbuka. Masyarakat berhak tahu uang desa dipakai untuk apa,” tambah salah satu warga dalam aksi tersebut.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Desa Cidempet muhapidin saat dikonfirmasi dikantor desanya menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi warga dan siap memberikan klarifikasi, sebagaimana yang dituduhkan kami siap memberikan data akuratnya,
“Kami terbuka terhadap kritik dan akan menindaklanjuti apa yang disampaikan masyarakat. Semua akan kami buktikan dengan data dan laporan resmi,” ujarnya singkat.
Sementara itu, masyarakat juga menyoroti kinerja Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang dinilai belum maksimal dalam menjalankan fungsi pengawasan. Warga berharap BPD lebih aktif mengawal aspirasi rakyat dan berani mengawasi jalannya pemerintahan desa.
Baca Juga : PRSP & IP Perkuat Tata Kelola Wisata Arung Jeram Pangalengan Bandung
Aksi yang berlangsung dengan tertib dan damai tersebut menjadi simbol desakan masyarakat agar pemerintah desa Cidempet dapat menjalankan pemerintahan yang bersih, transparan, dan berpihak kepada rakyat. (Saptono)






