PERAKNEW.com – Warga Blok Dangdeur, Kelurahan Dangdeur bersama warga Kampung Cidahu, bergotong-royong membangun jembatan bambu sementara, untuk akses para petani menuju ladang sawahnya, pada Sabtu (12/7/2025).
Dampak dari putusnya talang Air sekaligus jembatan yang berada di wilayah Blok Dangdeur Kelurahan Dangdeur, Kecamatan/ Kabupaten Subang tersebut, sudah putus 8 hari yang lalu pada hari Jumat (4/7/2025). Dengan kondisi ini, 696 hektar lahan pertanian di tiga desa saat ini kekurangan Pasokan Air.
Lurah Dangdeur, Irfan Imamul Haqiqi, S.STP.,M.M., mengatakan, para petani Kelurahan Dangdeur dan Desa Cidahu sangat cemas ketika panen sekarang, karena air yang mengalir menggunakan mesin sedot dari PJT sangat minim, “Semoga Pemkab Subang, Dinas Pertanian bisa terus mendorong dan berkoordinasi kepihak Irigasi pusat, agar para petani di 3 desa tidak mengalami gagal panen,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua RW 01 Blok Dangdeur, Api Ruswapi berinsiatif bergotong-royong bersama Warganya membuat jembatan sementara dari bambu, agar para petani bisa beraktifitas seperti biasanya, agar tidak jauh berjalan ke jembatan Sawah Blok Dangdeur sebelah selatan, karena sangat jauh.
Baca Juga : Tangani Banjir, Pemdes Tapango Barat Bangun Drainase
“Saya bersama warga hanya bisa, membantu jembatan sementara saja, selebihnya nya saya berharap semoga Pemkab Subang, dinas terkait, apalagi Bupati sekarang Kang Rey dengan slogannya Subang Ngabret, bisa Ngabret membantu pembangunan talang air dan jembatan untuk para petani warga kami dan petani di Desa Cidahu dan Desa Jabong,” ujar Api Ruswapi. (Apriatna/Saprol)







