oleh

Sedap Betul Jadi Koruptor Subang…! Sudah Rampok Uang Rakyat Bebas Dari Jeratan Hukum

SUKASARI-SUBANG, (PERAKNEW).- Sedap betul jadi pejabat yang korupsi alias koruptor, sudah merampok duit negara/ rakyat bebas dari jeratan hukum, penyidik dalam hal ini penegak hukum hingga tim audit keuangan sudah menemukan kerugian negaranya, hanya memberikan sanksi administrasi dan menyarankan sang koruptor untuk mengembalikan uang yang sudah dikorupsi, tanpa ada sanksi hukum tegas.

Namun sebaliknya, ketika ada masyarakat yang merampok, maling sepeda motor hingga ayam dihukum cukup berat sesuai pasal dalam Hukum dan Perundangan yang berlaku, belum lagi jika tertangkap oleh warga, pelaku dipukuli bahkan hingga ada yang tewas. Inilah hukum suram penegakan hukum di negeri tercinta khususnya di Kabupaten Subang, seolah professional sementara supremasi hukumnya tidak diprioritaskan.

Faktanya, pada penanganan proses hukum perkara dugaan korupsi PT Subang Sejahtera (SS) sudah naik ke tahap penyidikan sejak tahun 2015 lalu dan kini diketahui, bahwa hasil dari penyidikan di Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Subang, kerugian negara sudah ditemukan, yaitu sebesar kurang lebih Rp900 Juta dan pihak PT SS disarankan hanya untuk mengembalikan kerugian negara yang sudah dikorupsinya itu, “Berhubung buku besar di PT Subang Sejahtera nya hilang dan belum ditemukan, maka pihak PT Subang Sejahtera disarankan untuk mengemblikan kerugian negaranya saja, sebesar Rp900 Juta dan baru mengembalikan Rp400 Juta,” ungkap Kanit Tipidkor Polres Subang, IPDA Donny Kustiawan saat diwawancarai Perak di ruang kerjanya, Kamis (2/7/20).

Hal serupa juga dilakukan pada penanganan kasus dugaan Korupsi Sukamaju, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Subang, Unit Tipidkor Polres Subang sudah gelar perkara dan hasil audit Irda sudah selesai dan diterimanya, hasilnya telah ditemukan kerugian negara pula, sang Oknum Kades Sukamaju, H Yusuf Sugiarto hanya disarankan untuk mengembalikan kerugian negaranya saja.

Seperti halnya diterangkan Kanit Tipidkor Polres Subang, IPDA Donny Kustiawan kepada Perak, di ruang kerjanya, Kamis (3/7/20), “Hasil audit Irda sudah keluar dan sudah gelar perkara, Kades Sukamaju sudah mengembalikan dananya senilai Rp70 Juta dan untuk dana pada pembangunan fisiknya sudah diterapkan kembali,” terangnya.

Seperti telah diberitakan Perak di edisi sebelumnya, Konsorsium Komunitas Anak Muda Peduli Anti Korupsi (KAMPAK) kerap menggelar aksi turun ke jalan, berunjuk rasa di depan Markas Polres Subang melalui tema “Aksi Menolak Lupa dan Mengajak Masyarakat Subang untuk Mendukung Kapolres Subang untuk menuntaskan Hutang Perkara Korupsi dan Pidana Umum.
Adapun sejumlah tuntutannya, diantaranya tuntaskan proses hukum Kasus Korupsi PT Subang Sejahtera, Kasus Korupsi DD/ADD Desa Mayangan, Pelaku lain Ks Korupsi DD/ADD Desa Compreng, Kasus Korupsi DD/ ADD Desa Legonwetan, Kasus Korupsi DD/ADD Desa Karangmulya, Kasus Korupsi DD/ADD Desa Sukamaju, Kasus Korupsi DD/ADD Desa Sukasari, Kasus Pidum Perampasan dan Penggelapan Motor FU oleh Adira Finance TBL NO: LP-B/558/IV/2014/RES SBG, Kasus Pidum Perampasan dan Penggelapan Mobil oleh Preman bayaran Mandiri Tunas Finance TBL NO; LP-B/530/VI/2017/JBR/RES SBG, Kasus Pencemaran Limbah Vaname, Kasus Pidum Tipu gelap Adi Okto, Kasus Pidum an Pelapor Asep Nursoleh, Kasus Pidum Perzinahan an Pelapor Ny. Suwersih, Kasus Arogansi Okum Polisi Polsek Purwadadi an Anang.

Penanggung Jawab Kolektif, yaitu Forum Masyarakat Peduli (FMP), Laskar Jihad Anti Korupsi, Forum Anak Jalanan (FORAJAL), KAMPAK Unsub, Majelis Penegak Pancasila Kab. Subang, Front Anti Komunis, Paguyuban Nelayan Patimban dan Masyarakat Subang Peduli Anti Korupsi. (Hendra)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 comment

  1. Makanya suka ketawa kalau denger pejabat menyuarakan slogan SUBANG, dulu SUBANG GOTONG ROYONG, sekarang SUBANG JAWARA…GOTONG ROYONG dan JAWARA dalam hal KORUPSI..makanya kebal hukum…

Berita Lainnya