PERAKNEW.com – Anggota DPRD Garut Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Hj Diah Kurniasari menggelar Reses masa sidang ke 1 tahun 2025, pada hari Senin, 13 Oktober 2025, di Aula Kantor Pemerintahan Kecamatan Wanaraja.
Puluhan Peserta dari unsur Pengurus Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Pemerintah Desa Sekecamatan Wanaraja nampak Antusias mengikuti kegiatan Reses tersebut.
Reses ini adalah masa di luar masa sidang bagi anggota legislatif (DPR, DPD, dan DPRD) untuk kembali ke Daerah pemilihan (Dapil)-nya masing-masing, bertjuan untuk menyerap aspirasi, menjaring masukan, serta menindaklanjuti pengaduan dari masyarakat secara langsung.
Sementara, Hj Diah Kurniasari saat di konfirmasi mengatakan, bahwa hari ini adalah Reses terkahir di Tahun 2025, “Kebetulan basic awal saya adalah Kader dan Pengurus PKK, kita dengarkan Aspirasi dari para Pengurus PKK se-Kecamatan Wanaraja, beberapa masukan terkait kebutuhan Masyarakat, berupa pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan produktifitas dan ekonomi masyarakat,” ujar Diah Kurniasari.
Baca Juga : Bupati dan Disdukcapil Garut Raih Penghargaan di Ajang Adminduk Prima Tahun 2025
Selain kegiatan Reses Anggota DPRD dari Fraksi Partai Nasdem, kegiatan tersebut juga di isi oleh sosialisasi dari Dinas Kesehatan dengan Pemateri Hj Heni dengan Materi ILP Posyandu dan
Disnaker dengan Pemateri Ahmad dengan Materi Digital Marketing.
Meteri yang disampaikan, yakni Digital Marketing, adalah serangkaian strategi pemasaran yang menggunakan platform digital seperti internet, media sosial dan email untuk mempromosikan produk atau layanan.
Tujuannya adalah untuk menjangkau audiens target, meningkatkan kesadaran merek dan mendorong penjualan dengan cara yang terukur dan efisien.
Baca Juga : Ada Apa Dengan BJB Subang, Sejumlah Nasabah Keluhkan Tak Kunjung Cairnya Asuransi Jaminan Pinjaman
ILP Posyandu adalah singkatan dari Posyandu Integrasi Layanan Primer, yaitu program pemerintah untuk memperkuat pelayanan kesehatan di tingkat desa dengan menyediakan layanan kesehatan yang mencakup seluruh siklus kehidupan, dari bayi hingga lansia, dalam satu waktu pelayanan. Program ini merupakan transformasi dari posyandu sebelumnya yang hanya berfokus pada ibu hamil dan balita, sehingga masyarakat bisa mendapatkan akses kesehatan yang lebih mudah dan lengkap. (Tim)











