Ratusan Guru di Kota Cimahi Dites Urine

oleh

CIMAHI, (PERAKNEW).- Badan Pengelolaan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia Daerah (BPKSDMD) Kota Cimahi bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Cimahi-Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cimahi-Satres Narkoba Polres Cimahi menggelar tes urine mendadak kepada 600 guru SMP Negeri se-Kota Cimahi, belum lama ini.

Tes urine dilakukan untuk mendeteksi pengaruh narkoba di kalangan guru dan tenaga pendidik tersebut. Tes urine juga dilakukan menyebar di seluruh SMPN se-Kota Cimahi tersebut.

Dalam kegiatan itu, guru dan tenaga pendidik ASN diwajibkan mengisi formulir dan membawa sebuah botol plastik untuk menampung tes urin. Ada lima parameter tes narkoba yang dilakukan, yakni amfetamin, metamfetamin, morfin, kokain dan benzodiapezin.

Kepala BPKSDMD Kota Cimahi, Harjono mengatakan, tes urine ini merupakan rangkaian pemeriksaan yang terlebih dulu dilakukan terhadap para kepala sekolah dan unsur ASN di rumah sakit, “Ini tujuannya bukan untuk mencari kesalahan, tapi menjadi bagian dari pembinaan ASN,” kata Harjono saat ditemui di SMPN 5, Cipageran, Cimahi Utara, Kota Cimahi.

Menurut Harjono, semua ASN termasuk guru harus terus dibina agar disiplin dalam semua hal, termasuk kinerja. Sebab hal itu tercantum dalam Undang-undang ASN dan pembinaan ASN.

Dikatakan Harjono, data tes urine ini akan ditindaklanjuti dengan assesment oleh pihak Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Cimahi. Jika memang ada yang terbukti positif, akan diberikan hukuman disiplin, “Kita sudah ada kesepahaman semua masuk ranah hukuman disilpin,” tegas Harjono.

Masih menurut Harjono, saat pemeriksaan urine ditemukan 14 sampel yang diduga mengandung zat terlarang, “Setelah diperiksa ulang, yang diduga positif ada enam ASN,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan menambahkan, pihaknya sangat mendukung atas pelaksanaan tes narkoba terhadap para guru dan pendidik ini, “Ini kegiatan positif biar guru tidak terjerumus,” ucapnya.

Sejauh ini, ujar Dikdik, tidak ada kalangan tenaga pendidik yang terjerumus menggunakan barang haram tersebut, “Ini untuk meningkatkan kedisiplinan guru,” tandasnya. Harold

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *