PHE OSES Perkuat Kolaborasi Pelestarian Ekosistem Mangrove Pesisir Lampung Timur

LAMPUNG64 views

PERAKNEW.com – Di tepian pesisir, ketika ombak terus berkejaran dengan daratan dan abrasi perlahan mengikis garis pantai, mangrove hadir sebagai benteng alami yang menjaga keseimbangan alam.

Lebih dari sekadar pepohonan yang tumbuh di antara darat dan laut, mangrove merupakan penyangga kehidupan, rumah bagi keanekaragaman hayati, sekaligus harapan bagi masyarakat pesisir untuk hidup berdampingan dengan alam secara berkelanjutan.

Berangkat dari semangat tersebut, PT Pertamina Hulu Energi OSES (PHE OSES) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kelestarian lingkungan pesisir melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dan para pemangku kepentingan dalam pengembangan demplot mangrove seluas dua hektare di Dusun V, Desa Muara Gading Mas, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur.

Komitmen bersama ini ditandai dengan peresmian demplot mangrove oleh Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, pada awal September lalu, melalui penanaman bibit mangrove secara simbolis.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI/Polri, civitas akademika UNU Lampung, serta perwakilan PHE OSES dan mitra perusahaan lain.

Bagi PHE OSES, upaya menjaga lingkungan pesisir bukan sekadar tentang menanam pohon, melainkan membangun kesadaran dan memperkuat kolaborasi agar alam tetap menjadi ruang hidup yang memberi manfaat bagi generasi mendatang.

Pengembangan demplot mangrove ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat fungsi ekologis kawasan pesisir sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menyampaikan bahwa keberadaan kawasan mangrove memiliki peran penting dalam membantu mengurangi dampak abrasi dan banjir rob yang kerap mengancam wilayah pesisir.

Menurutnya, upaya pelestarian perlu berjalan beriringan dengan penguatan komunitas lingkungan dan pengelolaan sampah yang terintegrasi, “Kita akan jadikan kawasan mangrove ini sebagai pelindung, salah satunya untuk membantu meminimalisir banjir rob yang sering terjadi. Selain itu, komunitas-komunitas mangrove harus dihidupkan kembali. Kami akan bina ekosistem mangrove dan tata kelola sampahnya secara terintegrasi,” ujar Ela.

Ela juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak, termasuk PHE OSES dan mitra perusahaan lain, dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan di Labuhan Maringgai.

Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci agar upaya konservasi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi tumbuh menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan, “Alhamdulillah, ini bukan hanya upaya Pemerintah Kabupaten Lampung Timur saja, tetapi ada peran serta dari PHE OSES. Terima kasih atas kontribusi nyata dalam melestarikan hutan bakau demi menjaga ekosistem pesisir di Labuhan Maringgai,” tuturnya.

Head of Communication Relations & CID PHE OSES Danya Dewanti menyatakan bahwa pelestarian lingkungan pesisir merupakan bagian penting dari komitmen Perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan menjaga ekosistem pesisir membutuhkan kolaborasi yang berkesinambungan antara perusahaan, pemerintah daerah, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan, “Kami percaya bahwa upaya memperkuat ekosistem pesisir akan memberikan dampak yang lebih berkelanjutan apabila dilakukan melalui kolaborasi erat dengan pemerintah daerah, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan. Melalui inisiatif ini, kami berharap mangrove dapat tumbuh menjadi benteng alami pesisir sekaligus mewariskan lingkungan pesisir yang lebih lestari bagi generasi mendatang,” ujar Danya.

Kolaborasi pelestarian lingkungan tersebut juga sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dalam membenahi tata kelola sampah pesisir.

Pemerintah daerah merencanakan penerapan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF), yakni pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif, dengan harapan sampah dapat dikelola secara lebih terpadu dan memiliki nilai guna.

Keterpaduan antara rehabilitasi mangrove dan pengelolaan sampah menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan ekosistem pesisir.

Sebab, lingkungan yang lestari tidak hanya ditentukan oleh tumbuhnya pepohonan, tetapi juga oleh perilaku masyarakat, tata kelola yang baik dan komitmen bersama untuk merawatnya.

Ke depan, demplot mangrove di Muara Gading Mas diharapkan dapat berkembang menjadi kawasan percontohan konservasi yang memberikan manfaat ekologis sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.

Pertumbuhan mangrove yang terjaga diharapkan turut memperkuat perlindungan alami pesisir, menjaga habitat biota, serta menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan tempat mereka menggantungkan kehidupan. (Wanda)