Peringati HAK & HAM, KAMPAK Serukan Subang Harus Bersih Dari Pejabat Tak Bermoral, Bangsat dan Mental Maling

PERAKNEW.com – Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi dan Hak Asasi Manusia Sedunia tahun 2025, Komunitas Anak Muda Peduli Anti Korupsi atau disingkat KAMPAK menggelar Aksi Unjuk Rasa Damai di sejumlah kantor instansi pemerintahan dan lembaga penegak hukum di Kabupaten Subang, yakni di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Subang, Kejaksaan Negeri (Kejari) Subang, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Subang dan Kantor Bupati Subang, pada Rabu, 10 Desember 2025.

Pada momen Peringatan Hari Anti Korupsi dan Hak Asasi Manusia tersebut, KAMPAK mendesak agar Bupati Subang bersama-sama dengan DPRD Subang, serta pihak terkait lainnya, untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), wabil khusus Pemerintah Daerah (Pemda) Subang dari pejabat tak bermoral, (Selingkuhi/Mesum Istri Orang, Beristri Dua), Goblok, Bangsat, Pemeras dan Bermental Maling, Jangan Malah di Piara.

Seperti halnya, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD, Mantan Kadistan, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Sekban Kominfo, Camat Jalancagak, Kabid Dinas Perikanan, Camat Purwadadi dan masih banyak yang lainnya, termasuk Tim TP2D yang diisi oleh 2 mantan Napi Korupsi.

Massa aksi KAMPAK ini juga menyikapi terkait kasus yang sedang trending di Subang, yakni Pejabat ASN VS mantan Pejabat ASN, soal Pemerasan dan atau Suap/Gratifikasi dan memberikan solusi, agar semua pejabat yang disebut itu, dilakukan Sumpah Pocong.

Disebutkan mereka, bahwa jika berbohong akan dilaknat Allah dan sebaliknya, jika ucapannya benar, dia selamat. Sebab jika hanya proses hukum saja, tidak menjamin yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Karena hukum saat ini bisa diperjualbelikan dan sesuai pesanan.

Selain Itu KAMPAK juga mendesak Tipidkor Polres Subang dan Kejaksaan Negeri Subang segera menuntaskan tunggakan kasus-kasus korupsi, termasuk Kejahatan Lingkungan dan Alih Fungsi Lahan, Wabil khusus buka kembali kasus dugaan Korupsi Upland Manggis TA 2021, Rp75 Miliar yang proyeknya Gatot alias Gagal Total, tindak tegas siapapun yang terlibat didalamnya hingga ke akar-akarnya.

Diawali di depan Kantor BPBD Subang, Orator Aksi KAMPAK, Atang Sudrajat menyampaikan, bahwa tuntutan yang dibawanya itu kerap disuarakan pada aksi-aksi unjuk rasa sebelumnya, namun sampai saat ini belum ada titik terangnya, “Dimana, kita sudah menunjukan kejanggalannya, namun orang tersebut, yakni Kalak BPBD Subang masih dipertahankan oleh Bupati Subang. Ada apa dengan Bupati Subang. Sehingga bisa mempertahankan orang seperti ini, jangan-jangan ada yang sudah memegang kartu AS Bupati Subang?” ungkapnya penuh tanda tanya.

Dipertegas oleh Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi KAMPAK, Endang Muslim mempertanyakan kendaraan-kendaraan dinas BPBD Subang yang diduga telah di jual.

Baca Juga : Puluhan Rumah di Desa Dukuh Subang Rusak Dihantam Bencana Angin Puting Beliung

Dirinya juga menyampaikan, bahwa aspirasi ini sesuai dengan hasil investigasi pihaknya. Maka dari itu, kami tidak akan hanya sampai disini saja dan akan terus memperjuangkan, agar Subang itu lebih bersih dari koruptor.

Sementara, Penanggung Jawab Aksi KAMPAK ini, sekaligus Koordinator KAMPAK, juga sebagai Ketua Umum (Ketum) Forum Masyarakat Peduli Provinsi Jawa Barat (FMP Jabar), Asep Sumarna Toha yang akrab disapa Abah Betmen, dalam orasinya menyinggung Kalak BPBD Subang, bahwa ada kendaraan Mobil Dinas Hilux BPBD Subang baru muncul, namun kemarin-kemarin tidak ada, “Kemana tuh?/ Tolonglah, kendaraan dinas itu dipakai sesuai dengan peruntukannya, jangan di pakai untuk kepentingan pribadi,” tandasnya.

Sementara, untuk kendaraan dinas yang sudah di jual, Abah Betmen mengungkapkan, “Informasinya pelaku yang menjual kendaraan dinas BPBD Subang ini sudah tidak pernah masuk kerja, tapi dalam daftar hadirnya dinyatakan selalu masuk kerja, atas perintah Kalak, sudah gila ini, pimpinan menyuruh anak buahnya berbuat jahat. Lebih gobloknya lagi, mereka yang maling, tapi rakyat yang suruh ganti dan honornya itu di pakai buat TGR (Tuntutan Ganti Rugi). Lebih gilanya, Pemda Subang kenapa membiarkan pejabat yang seperti itu. Kenapa pejabat korup, bermental maling tetap di pertahankan,” tegasnya.

Sementara, untuk kasus yang sedang jadi trending topik di Subang, antara ASN dan Mantan ASN, Abah Betmen mengajak agar dilakukan Sumpah Pocong. Kalau berani berarti benar, kalau tidak berani berarti salah dan meminta kepada Kalak BPBD Subang.

Dalam kesempatan aksi itu, Abah Betmen menegaskan langsung berhadapan dengan Kalak BPBD Subang, agar bisa membantah tuduhannya di agenda Audensi dengan Bupati Subang dalam waktu dekat ini dan Kalak BPBD Subang, Udin Jazudin menjawab siap untuk hadir dalam audiensi dengan Bupati Subang tersebut.

Aksi KAMPAK pun berlanjut ke Kantor Kejaksaan Negeri Subang, di sana massa Aksi KAMPAK mendesak agar Kejaksaan Negeri Subang menuntaskan tunggakan-tunggakan penanganan perkara, diantaranya Kasus Upland Manggis yang sudah 3 tahun mandeg.

Selanjutnya, massa aksi KAMPAK berorasi di depan Gedung DPRD Subang, salah seorang Orator KAMPAK, Hendra Gunawan menyampaikan, bahwa tidak ada keberanian Ketua DPRD Subang untuk memecat Kalak BPBD Subang. Menurutnya, diduga ada ancaman kepada Ketua DPRD Subang, yang tadinya tegas dan secara tiap menyatakan akan memecat Kalak BPBD Subang. Tapi saat ini berubah pernyataannya itu, malah berbalik mendukung Kalak BPBD Subang.

Pada rute aksi terakhir, yakni di depan Kantor Bupati Subang, Jajang Irwansyah, Orator Aksi KAMPAK menegaskan, bahwa Bupati Subang harus lebih tegas menindak para Pejabat Subang yang bermasalah, demi Kabupaten Subang Sejahtera.

Namun, dalam kesempatan itu, massa aksi KAMPAK tidak ditemui baik oleh Bupati Subang maupun Sekda Subang, sehingga perwakilan massa aksi KAMPAK, Hendra Sunjaya langsung melakukan Sweeping ke dalam Kantor Bupati Subang dan Sekda Subang, untuk memastikan keberadaannya.

Baca Juga : Akhir Tahun 2025, Kejari Subang Tetapkan Ketua Gapoktan Sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Anggaran Alsintan

Dalam Sweeping itu, menurut staf Sekda Subang kepada Hendra Sunjaya mengatakan, bahwa Sekda Subang sedang mewakili Bupati Subang, menghadiri undangan MPR RI di Bandung, dalam acara Sarasehan Kebangsaan dan Bupati Subang sendiri juga sedang dinas luar. (Galang)